Pengaruh Musik Tradisional Jawa Tengah terhadap Situational Awareness, Heart Rate dan Risk Behaviour pada Pengendara Mobil
IDA LUTFIANI AFIFAH, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIBerkendara menjadi aktivitas penting untuk mempercepat perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini menyebabkan pengguna jalan semakin meningkat sehingga meningkatkan pula peluang terjadinya kecelakaan di jalan raya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kecelakaan di jalan raya dari tahun 1992-2013 menunjukan trend yang meningkat. Faktor kelalaian manusia (human error) mempunyai kontribusi terbesar pada setiap kecelakaan. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan human error adalah rendahnya tingkat situational awareness (SA) pengendara. Situational awareness adalah kesadaran terhadap apa yang terjadi pada lingkungan sekitar. Saat berkendara banyak pengendara yang melakukan aktivitas sekunder seperti mendengarkan musik, mengobrol, bermain hp dll. Hal ini juga dapat memberikan kontribusi terhadap tingkat situational awareness seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh antara perlakuan musik dan jenis responden terhadap situational awareness dan risk behavior dari pengendara. Heat rate dari responden juga akan menjadi salah satu variabel untuk mengetahui perbedaan beban yang diterima secara fisiologi serta mengidentifikasi variabel lain yang mungkin berpengaruh terhadap situational awareness. Penelitian ini melibatkan 30 responden laki-laki suku Jawa yang mempunyai SIM A. Responden dikelompokan menjadi dua kelompok, 15 orang yang sering mendengarkan musik tradisional Jawa Tengah dan 15 orang yang jarang mendengarkan musik tradisional Jawa Tengah. Experiment dilakukan dengan City Car Driving Simulator. Setiap responden melakukan dua kali simulasi yaitu kondisi mengendarai mobil dengan diiringi musik tradisional Jawa Tengah dan kondisi mengendarai mobil tanpa diiringi musik. Nilai situational awareness akan diukur dengan metode SAGAT (Situational Awareness Global Assessment Technique). Simulasi akan di-freeze secara random saat berjalan lebih dari 5 menit kemudian mengisi query yang mencakup situational awareness level 1, level 2 dan level 3. Selama simulasi berlangsung responden menggunakan heart rate monitor untuk mengetahui perubahan heart rate pada setiap skenario. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan musik dan jenis responden tidak berpengaruh terhadap situational awareness level 2 dan level 3, faktor ini hanya berpengaruh pada situational awareness level 1 yaitu saat ada interaksi antar dua faktor. Heat rate yang diukur setiap skenario tidak berbeda signifikan pada setiap skenario. Sedangkan hubungan antara situational awareness dan risk behavior ditunjukan dengan persamaan Z=-1.004-0.888X_31-2.288X_32+4.868X_33 dengan X31 adalah situational awareness level 1, X32 adalah situational awareness level 2 dan X33 adalah situational awareness level 3. Nilai R-square dari persamaan tersebut adalah sebesar 6.55%. Artinya model mampu menjelaskan 6.55 % varian dari pengelompokan variabel yaitu low risk dan high risk. Dari persamaan tersebut menunjukan jika nilai situational awareness semakin tinggi maka nilai risk behavior akan semakin rendah dan sebaliknya. Sedangkan untuk variabel lain yang diperhitungkan yaitu umur dan pengalaman mengemudi responden tidak berpengaruh signifikan terhadap situational awareness.
Driving is an important activity to accelerate the movement from one place to another. This activity increases road user and increasing accident highway opportunity too. According to Statistic Center Institute data, the accident highway from 1992-2013 is shown trend rise. Human errors is highest contribution causes accident. One of the factors cause human errors is low situational awareness of driver. Situational awareness is knowing what going on in around. When driving a lot of driver do another activity such as listening music, singing, chatting, using handphone, etc. This activity can make situational awareness of driver low. Objective of this experiment is knowing the influence of listening music and types of participant to situational awareness and identification risk behavior of driver. Heart rate participant will be measured for knowing physiological work load and identification of external variable. Participants in this experiment are 30 Javanese male who have Driving License. They are in two group, 15 participant often and 15 participant rarely listening to Central Java traditional music. Experiment used City Car Driving Simulator for data taking. Participant perform simulations two time with two conditions, music and without music. The situational awareness value will be measured with SAGAT (Situational Awareness Global Assessment Technique). Simulations will be freeze randomly when simulation run until 5 minute or more and then completed query including situational awareness level 1, level 2 and level 3. Participant used Heart Rate Monitor to record heart rate of participant to track physiological indications of mental effort. Result of this experiment is shown that music treatment and types of participant have no effect to situational awareness level 2 and level 3, but interaction of this variable have effect to situational awareness level 1. Heart rate of participant of each scenario is not significantly different. Relationship of situational awareness and risk behavior can be shown in model Z=-1.004-0.888X_31-2.288X_32+4.868X_33 with X31 is situational awareness level 1, X32 is situational awareness level 2 and X33 is situational awareness level 3. R-square of this equality is 6.55%, it means the model can explain 6.55% variance from variable group, they are low risk and high risk. This model can be shown if situational awareness value is increased, risk behavior value will be decreased. Age and driving experience of participants have no effect to situational awareness.
Kata Kunci : Kata kunci: Kecelakaan, Situational awareness, musik tradisional Jawa Tengah, heart rate, risk behavior, SAGAT.