DAMPAK PEMBANGUNAN PARIWISATA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA DI DESA WISATA BEJIHARHO
BAGUS IMAM PIKUKUH, I Made Krisnajaya, SIP, MPA
2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Desa Wisata Bejiharjo terletak di Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. DesaWisata Bejiharjo ini berdiri pada tahun 2010 dengan destinasi andalannya yaitu Goa Pindul, Bejiharjo mampu meraih penghargaan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2012. Potensi yang dimiliki Desa Wisata ini memang beragam selain Goa Pindul tetapi Desa Wisata Bejiharjo masih memiliki beberapa daya tarik lainnya, baik alam, buatan, maupun budaya. Dengan kondisi pariwisata yang berkembang sangat cepat tersebut bagaimana kondisi sosial budaya di Bejiharjo. Dampak sosial budaya seperti apa yang lalu timbul akibat pembangunan pariwisata tersebut. Penelitian ini disajikan dengan mengidentifikasi dampak sosial budaya apa saja yang di timbulkan akibat dari pembangunan pariwisata yang ada di Desa Wisata Bejiharjo, dan menyajikannya dalam tulisan berbentuk kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan dengan penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara langsung dan dengan mengumpulkan data sekunder, kemudian diidentifikasi dan dilanjutkan dengan menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembangunan pariwisata di Desa Wisata Bejiharjo menimbulkan dampak terhadap kehidupan sosial budaya disana. Keberadaan pariwisata memberikan pengaruh dan perubahan terhadap kondisi sosial budaya baik positif maupun negatif. Perubahan secara ekonomi sangat dirasakan oleh warga Bejiharjo. Selain itu kondisi sosial lainnya seperti tersedianya lapangan pekerjaan dan berkurangnya kriminalitas pencurian dan miras di kalangan kaum muda merupakan dampak yang dirasakan oleh warga Beejiharjo. Namun keberadaan seni dan budaya di sana saat ini justru tidak mengalami perkembangan ataupun penurunan. Potensi wisata sejarah yaitu Monumen Perjuangan Jendral Sudirman juga tidak terbengkelai. Dampak sosial budaya pembangunan pariwisata Desa Wisata Bejiharjo yang dinilai positif dapat dijaga dan mungkin bisa di kembangkan sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Sedangkan dampak sosial budaya yang dinilai negatif dapat di tekan atau dikurangi. Menekan dampak negatif ini dapat dilakukan dengan melakukan penyuluhan dan kerjasama semua stake holders untuk duduk bersama menemukan jalan terbaik untuk meminimalisisr semua dampak yang dinilai tidak baik.
Bejiharjo Tourism Village is located in the district Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta. This tourism object established in 2010 with its flagship destination Pindul Cave, Bejiharjo was able to achieve the award from the Minister of Tourism and Creative Economy in 2012. The potential of the Bejiharjo tourism village besides Pindul Cave still has some other attraction, either natural, artificial, or culture. With the condition of the tourism growing very fast, it also has the impact on social and cultural conditions in Bejiharjo. Social and cultural impact as what then arise as a result of the tourism development. This study identified any social and cultural impact that caused as a result of the development of tourism in the Bejiharjo Tourism Village, and presenting it in the form of qualitative descriptive writing. Research conducted by doing observation, interview and collecting secondary data, then identified and followed by analyzing the data. These results indicate that the development of tourism in the Bejiharjo Tourism Village an impact on the social and cultural lifein the area. The existence of tourism impacts on social and cultural changes, both positive and negative. Economic change is felt by the residents of Bejiharjo itself. In addition, other social conditions such as the availability of jobs and reduced crime of theft and alcohol among youngster is also the impact felt by citizens of Bejiharjo. But the existence of art and culture that place is now actually not experiencing any growth or decline. Historical tourism potential Monument at Sudirman also well-treated. The social impact from the developing Bejiharjo tourism village which was considered positive can be maintained and could possibly be developed so that its impact can be felt by the public. While the social and cultural impact that can negatively assessed in press or reduced. Reducing the negative impact s can be done through education and cooperation of all stakeholders to sit together to find the best way to minimize all impacts that are considered not good.
Kata Kunci : Pariwisata, Pembangunan Pariwisata, Dampak Sosial Budaya ; Tourism, Tourism Development, Social Impact of Culture