Analisis Teknis dan Finansial Budidaya Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) di Desa Jangkaran Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo
PENI PURNAWIJAYANTI, Ir. Sukardi, M.P. dan Suadi, S.Pi., M.Sc., Ph.D.
2015 | Skripsi | S1 BUDIDAYA PERIKANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha pertambakan udang vannamei dilihat dari segi teknis dan finansial yang berlokasikan di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulon Progo. Penelitian dilakukan terhadap 26 responden, yang merupakan petambak udang vannamei. Analisis teknis dilakukan dengan cara mengkaji teknis budidaya udang vannamei yang dilakukan. Analisis finansial dilakukan dengan cara mengukur parameter finansial berupa analisis pendapatan usaha, analisis BEP, analisis PP, dan analisis R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknis budidaya udang vannamei menggunakan sistem budidaya teknologi intensif. Teknis budidaya yang digunakan sudah sesuai dengan teknis budidaya menurut SNI. Padat tebar sebesar 122 ekor/m2 tergolong cukup tinggi untuk kegiatan budidaya udang vannamei, dan hal ini merupakan faktor kelemahan yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Secara finansial menunjukkan bahwa pendapatan petambak sebesar Rp 70.086.415,00/siklus dengan rata-rata luas tambak 2.633 m2. Perhitungan Payback Period (PP) adalah 10 bulan 9 hari. Nilai BEP Harga Rp 27.199,00/kg dan BEP Penerimaan Rp 7.080.482,00 atau dengan BEP Produksi 128 kg. Nilai R/C Ratio sebesar 1,98, dengan demikian usaha budidaya udang vannamei di desa tersebut menguntungkan dan layak untuk dijalankan.
This research aim to determine the feasibility of vannamei shrimp farming in terms of technical and financial in Jangkaran, Temon, Kulon Progo. This study was conducted on 26 respondents, who are vannamei shrimp farmers. Technical analysis was done by reviewing the technical vannamei shrimps aquaculture. Financial analysis was done by measure the financial parameters such as analysis of revenue, BEP analysis, PP analysis, and R/C Ratio analysis. The results showed that the techniques of vannamei shrimp aquaculture using intensive aquaculture systems. Cultivation techniques is appropriated with the technical cultivation according to SNI Cultivation. Stocking density of 122 heads/m2 is quite high for vannamei shrimp farming activity, and this is a weakness factor that need to be considered. Financial analysis shows that the income of farmers by Rp 70.086.415,00/cycles, with an average area of the pond is 2.633 m2. The calculation of Payback Period is 10 months 9 days. Value of BEP Price is Rp 27.199,00/kg and BEP Acceptance is Rp 1.080.482,00 or with BEP Production is 128 kg. The value of R/C Ratio is 1,98, so the farming of vannamei shrimp in this location is profitable and feasible to be developed.
Kata Kunci : Keywords : financial, technical, Temon, vannamei shrimp.