Evaluasi terhadap kemampuan pinjaman daerah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya :: Studi kasus pada Pemerintah Kabupaten/Kota di propinsi Sumatera Barat
SABRINA, Febria, Dr. Catur Sugiyanto, MA
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kemampuan keuangan daerah dalam mengembalikan pinjaman dan menganalisis pengaruh potensi ekonomi daerah dan swadaya masyarakat terhadap peningkatan kemampuan pengembalian pinjaman kabupaten/kota di Propinsi Sumatera Barat. Data yang digunakan adalah data Pendapatan Ash Daerah (PAD), Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak (BHP/BHBP), subsidi dari pemerintah pusat, pengeluaran rutin, angsuran pinjaman dan bunga, swadaya masyarakat dalam pembangunan desa, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Tingkat kemampuan daerah untuk mengembalikan pinjaman, diukur dengan formula Debt Sewice Coverage Ratio (DSCR). Potensi ekonomi daerah diukur dengan menggunakan indikator PDRB tanpa migas per kapita atas dasar harga berlaku. Untuk mengukur swadaya masyarakat digunakan indikator partisipasi langsung masyarakat dalam pembangunan desa, berupa jasa dan materil yang dinilai dalam bentuk uang. ldentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemampuan pengembalian pinjaman daerah, dianalisis dengan menggunakan metode Pooled Least Squares dengan pendekatan variabel boneka (fixed effect) dan dilakukan beberapa pengujian antara lain uji signifikansi parsial, uji signifikansi bersama-sama, uji koefisien determinasi serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode pengamatan tahun 1993/1994-1996/1997, tingkat kemampuan pengembalian pinjaman kabupatenlkota berfluktuasi. Hampir seluruh pemerintah kabupatedkota mampu untuk mengembalikan pinjaman yang tdah dilakukan, dengan demikian pinjaman tersebut dapat dinilai layak, kecuali pinjaman yang dilakukan oleh Kota Solok dan Payakumbuh. PDRB merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kemampuan pengembalian pinjaman daerah. Hal ini menunjukkan bahwa untuk dapat meningkatkan kemampuan keuangan daerah dalam mengembalikan pinjaman perlu adanya upaya peningkatan terhadap penerimaan potensi ekonomi daerah
The research evaluates the level of regional financial capability in returning loan and analyzes self-supporting and regional economical potentials influence in raising loan payment capability in West Sumatera Province. Data used are original regional income, tax income share and non-tax income share, government subsidy, routine expenditure, loan payment and interest, selfsupporting and Product Domestic Regional Bruto (PDRB). The level of regional capabiltty in returning loan is measured by using Debt Service Coverage Ratio Formula (DSCR). The Regional Economic Potentials is measured by using PDRB without oil and natural gas per capita based on current-price. To measure society self-supporting, we use direct participation indicator in developing villages, such as services and goods which can be valued in money terms. In indentifying factors that influence the level of loan payment capability, we use Pooled Least Square Method with dummy variable (fixed effect) approach. Other tests are also applied such as partial significance test, total significance test, determination coefficient test and classical assumption tests. The results show that during the observation period of year 1993/1994- 1996/1997,’ the capability in loan payment is fluctuating. Almost all regional government are capable to return loan that has been taken so that loan is reasonable except for Solok and Payakumtjuh regency. PDRB is the most affecting factor to influence regional loan payment capability. This result shows that to increase the regional financial capability in returning loan, there should be an effort to raise regional potential income
Kata Kunci : Pinjaman Daerah,Kemampuan Propinsi Sumatera Barat