PENGARUH KEPADATAN KETEL PEMASAK DAN LAMA PENYIMPANAN MINYAK TERHADAP KUALITAS DAN KOMPOSISI KIMIA MINYAK KAYU PUTIH
SATRIAN NUR ALAM, Rini Pujiarti, S.Hut., M.Sc., Ph.D;Ir.Kasmudjo, M.S.
2015 | Skripsi | S1 KEHUTANANMinyak kayu putih merupakan salah satu komoditas hasil hutan non kayu yang banyak dibutuhkan dan potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu pengkayaan penelitian mengenai faktor-faktor produksi dan pasca produksi yang mampu menghasilkan kualitas dan kuantitas yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan ketel pemasak dan lama penyimpanan minyak terhadap kualitas, komposisi kimia, dan rendemen yang dihasilkan, serta mendapatkan informasi optimal antara kedua faktor agar didapatkan kualitas, komposisi kimia, dan rendemen minyak kayu putih yang memadai. Daun kayu putih segar pada penelitian ini disuling menggunakan cara pengukusan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu kepadatan ketel pemasak (60%, 70%, dan 80%) dan lama penyimpanan minyak (0 bulan, 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan). Parameter penelitian terdiri dari : 1). Kualitas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 06- 3954-2006 yang meliputi kadar sineol yang dianalisis dengan t hitung; bobot jenis, putaran optik, indek bias, dan nilai kelarutan dalam alkohol yang dianalisis dengan F hitung dilanjutkan dengan uji Honest Significantly Difference; dan keadaan (warna dan bau) yang dianalisis secara deskriptif serta 2). Komposisi kimia dianalisis menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa yang disajikan secara deskriptif, serta 3). Rendemen yang dianalisis menggunakan t hitung. Hasil penelitian pada kedua faktor tersebut menunjukkan bahwa : bobot jenis 0,915 - 0,923; putaran optik (-2,10o) - (-1,20o); indeks bias 1,463 - 1,464; kelarutan dalam alkohol 1 : 1; kadar sineol 61,18% - 76,24%; warna jernih kekuningan; berbau khas kayu putih dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 06-3954-2006. Terdapat 24 macam senyawa kimia dengan 3 senyawa kimia utama (1,8-cineol, α-pinene, dan β-caryophylene). Rendemen berkisar antara 0,75% - 1,02%. Faktor kepadatan ketel pemasak memberikan pengaruh perbedaan pada bobot jenis, kadar sineol, dan rendemen,. Faktor lama penyimpanan minyak memberikan pengaruh perbedaan pada bobot jenis, putaran optik, dan kadar sineol. Interaksi antara kedua faktor tidak memberikan pengaruh perbedaan terhadap semua parameter pengujian. Kepadatan ketel pemasak 70% sampai 80% dengan lama penyimpanan minyak sampai 2 bulan memberikan kualitas, komposisi kimia, dan rendemen minyak kayu putih yang optimal
Cajuput oil, a commodity of non-timber forest products are much needed and potential to be developed in Indonesia. Therefore, further research on the factors of production and post-production are needed to produce optimum quality and quantity. The aims of this study are to determine the effect of distillation tank density and oil storage time on quality, chemical composition, and yield, as well as to get optimal information about the interaction between the two factors in order to get the sufficient quality, chemical composition, and yield of cajuput oil. The fresh leaves of cajuput in this study were distillated by water-steam distillation. This study used a completely randomized design with two factors, namely the distillation tank density (60%, 70%, and 80%) and oil storage time (0 months, 1 month, 2 months, and 3 months). Parameters consisted of: 1). Quality in accordance with Indonesian National Standard 06-3954-2006 covering cineol contents were analyzed by t test; specific gravity, optical rotation, refractive index, and the value of solubility in alcohols were analyzed by F test followed by Honest Significantly Difference; and state (color and odor) were analyzed descriptively and 2). The chemical composition was conducted by Gas Chromatography-Mass Spectrometer analysis and was analyzed descriptively, and 3). Yield were analyzed using t test. Results of research on both of these factors showed that specific gravity 0.915 - 0.923; optical rotation (-2.10o) - (-1.20o); refractive index 1.463 - 1.464; solubility in alcohol 1 : 1; cineol contens 61.18% - 76.24%; clear yellowish color; distinctive smell of cajuput and in accordance with Indonesian National Standard 06-3954-2006. There are 24 compounds were identified with three main compounds (1.8-cineol, α-pinene, and β-caryophylene). The yield between 0.75% - 1.02%. Distillation tank density factor influence the differences in specific gravity, the cineol contents, and yield. Oil storage time factor influence the differences in specific gravity, optical rotation, and cineol contents. The interactions between these two factors do not give effect to all parameters differences. Distillation tank density 70% to 80% with the oil storage time up to 2 months gives the optimal quality, chemical composition, and yield of cajuput oil
Kata Kunci : minyak kayu putih, kepadatan ketel, lama penyimpanan, kualitas, komposisi kimia, rendemen