Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jembrana
PRINGGEWIDANA, I Gusti Ngurah, Dr. Bambang Riyanto L.S., MBA
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi di masingmasing Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Klungkung selama periode tahun 1997 sampai tahun 1999, serta memberi informasi tentang keadaan kinerja dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit yang bersangkutan. Populasi data dalam penelitian ini mencakup empat Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di Propinsi Bali. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Adapun cara perolehan +data primer dengan melakukan penyebaran kuisioner kepada responden untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit yang bersangkutan. lnformasi data primer diperoleh dari pihak manajemen di masing-masing rumah sakit. Dalam penelitian ini alat analisis yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi adalah Data Envelopment Analysis (DEA), untuk pengukuran kualitas pelayanan digunakan Skala Service Quality (SERVQUAL). Variabel-variabel yang diperhitungkan untuk mengetahui tingkat efisiensi adalah jumlah jam kerja medis, jumlah jam kerja paramedis, jumlah jam kerja non medis, jumlah hari perawatan yang terpakai, realisasi anggaran dari sisi inpuf dan jumlah hari pasien rawat inap, jumlah kunjungan pasien rawat jalan, retribusi sebagai output. Untuk pengukuran kualitas pelayanan dapat dili hat dari aspek tangibility, reliability, responsiveness, assurance, dqn emphaty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat Rumah Sakit Umum Daerah yang diteliti, ternyata dua rumah qakit yaitu RSUD Tabanan dan RSUD Klungkung yang tergolong efisien secara konstan selama periode penelitian sedangkan dua rumah sakit lainnya yaitu RSUD Jembrana dan RSUD Gianyar masih menunjukkan pencapaian tingkat efisiensi yang berfluktuasi. Faktor utama penyebab ketidakefisienan pada RSUD Jembrana dalam ha1 kelebihan penggunaan anggaran dan jumlah jam kerja paramedis dan untuk RSUD Gianyar faktor utama penyebab ketidakefisienan adanya kelebi han penggunaan jam kerja paramedis serta kurangnya jumlah pasien rawat jalan yang dapat terlayani. Hasil analisis dari aspek kualitas pelayanan terlihat bahwa pada keempat RSUD tersebut masih menunjukkan tingkat kualitas pelayanan yang belum sesuai dengan harapan pasien terutama pada aspek ernphaty dan responsiveness.
The aim of this research is To measure the efficiency of each regent public hospitals, at Jembrana, Tabanan , Gianyar and Klungkung regencies within 1997 - 1999. To give an information about the qualities both the work and services which is given by the hospitals. Those research datas were taken at four regency public hospitals mentioned above in Bali. These research datas used both a primary data and a secondary one. The way to get the primary data by delivering questionaire to the respondents and to know the quality of the services have been given to the hospitals. Whereas, getting the secondary data was obtain from the information of the management at each hospitals above. In this research, measuring the efficiency, the tool of analysis was Data Envelopment Analysis (DEA), while measuring the quality of services, the tool of analysis was used Scala Service Quality (SERVQUAL). To know the efficiency of the variables considered were the numbers of medical time working, paramedical time working, non - medical time working, the number of treatment's available, the realisation of the budget from input side, and the number of days of the treatment in hospital (rawat inap), the number of the patients which got a treatment at home (rawat jalan), and theanumber of retribution as output. While the quality of the service measurement could be seen from tangibity, reability, responsiveness, assurance and emphaty aspects. The result of the research indicated that from those four regency public hospitals, the only two hospitals which had an efficiency constantly within the research done, i.e : Tabanan and Klungkung regency public hospitals. While the other two Gianyar and Jembrana regency public hospitals, the level of the efficiencies were still fluctuative (unstable). The main factors of the inefficiency was : the overuse of the budget and the number of paramedical time working. Whereas the Gianyar public hospital, the main factor of the inefficiency was; the overuse of the paramedical time working, and the lack of the services to the patients which got a treatment at home. The aspect of the service quality could be seen that those four regency public hospitals still indicated far from the hope of the patients, especially from an emphaty and responsiveness aspects.
Kata Kunci : Kinerja RSUD,Kabupaten Jembrana