PERTUMBUHAN SEMAI Eucalyptus pellita F. Muell PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA DI RUMAH KACA FAKULTAS KEHUTANAN UGM
ASTI ANJELITA KARTIKASARI, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Naiem, M.Agr.Sc.; Dr. Ir. Haryono Supriyo M.Agr.Sc.
2015 | Skripsi | S1 KEHUTANANMedia semai yang terbaik, diperlukan untuk produksi bibit berkualitas di persemaian. Oleh karena itu, sifat fisik dan kimia media yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan semai. Sementara itu, penggunaan top soil sebagai media semai perlu dibatasi sebagai upaya untuk mendukung konservasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media semai terhadap pertumbuhan semai Eucalyptus pellita pada umur 34 minggu dan kekompakan media perakaran tanaman. Tiga jenis bahan media semai yang digunakan terdiri dari cocopeat, arang sekam dan sekam padi. Rancangan faktorial disusun dalam rancangan acak lengkap dengan perlakuan yang terdiri dari 15 kombinasi campuran media dengan 10 ulangan. Pertumbuhan semai yang diukur terdiri dari tinggi, diameter, berat kering (aboveground, belowgroud, total), top root ratio, kekokohan, jumlah daun dan luas daun. Kekompakan media perakaran semai juga diamati dalam penelitian ini. Perbedaan statistik antar perlakuan di semua variabel dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA). Perbedaan nyata antar perlakuan ditentukan dengan menggunakan Duncans Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media berpengaruh nyata terhadap tinggi semai, diameter semai, berat kering aboveground, berat kering belowground dan berat kering total yang diamati pada umur 34 minggu, namun tidak berpengaruh nyata pada top root ratio, kekokohan, jumlah daun dan luas daun. Komposisi media semai juga berpengaruh pada kekompakan media perakaran semai. Media cocopeat dan arang sekam dengan perbandingan 1:1 (CA11) memiliki performa terbaik untuk variabel pertumbuhan yang diamati, demikian juga kekompakan media semai. Sifat fisik dan kimia yang terdapat dalam cocopeat dan arang sekam diduga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan semai dan kekompakan media perakaran semai.
The best growing medium is required for production of good quality seedlings in forest nurseries. For growing seedlings, the appropriate physical and chemical properties of the medium are critical. Meanwhile, the utilization of soilless materials for growing media is encouraged in accordance to substitute of preserved top soils. This research aimed to study the effect of composition of growing media on growth of Eucalyptus pellita seedlings at age 34 weeks and root system intactness to the growing media in a pot trial. Three types of growing media were used comprising of cocopeat, raw and burnt rice hull. Treatments consisted of a factorial combination of 15 media mix and were arranged in a completely randomized design with 10 replications. Plant growth was measured including height, diameter, dry weight (aboveground, belowground, total plant), top root ratio, robustness, leaf number and area. The root system intactness to the growing media was also observed in this experiment. Statistical differences between treatments in all parameters were tested using an analysis of variance (ANOVA). Significance between treatments was determined using Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that significant effects of composition of growing media on plant growth height, diameter, aboveground, belowground and total dry weight were observed at age 34 weeks, but not found on top root ratio, robustness, leaf number and area. The composition of growing media also affected root system intactness to the growing media. The greatest growth of E. pellita seedlings was exhibited at plant grown in a mix of cocopeat and burnt rice hull in a 1:1 ratio (CA11). The potential physical and chemical properties contained in cocopeat and burnt rice hull were considered affecting the best performance of plant growth and root system intactness to the growing media
Kata Kunci : Eucalyptus pellita, komposisi media semai, cocopeat, arang sekam dan sekam padi, pertumbuhan semai, polytube, kekompakan media perakaran.