Penentuan Lokasi Puskesmas Baru Menggunakan Analitycal Hierarchy Process (Studi Kasus Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah)
MERIEANA MAHANANI, Dr. Noorhadi Rahardjo, M.Si., P.M.
2015 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPenyediaan Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan yang paling terjangkau oleh masyarakat merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan suatu wilayah. Penelitian dilatarbelakangi oleh kurangnya informasi mengenai lokasi Puskesmas dalam bentuk data spasial dan belum optimalnya penyajian data tematik Puskesmas di wilayah kajian. Bertujuan untuk memetakan sebaran Puskesmas di Kabupaten Kebumen tahun 2014 dan menentukan lokasi Puskesmas baru menggunakan AHP. Metode pemetaan dilakukan dengan analisa informasi dan karakteristik data Puskesmas. Analisis lokasi dilakukan dengan AHP. Metode AHP adalah metode dalam SPK yang dapat membantu dalam proses perhitungan, analisa data, dan pengambilan keputusan dari beberapa kriteria untuk menentukan lokasi objek. Berdasarkan analisis, dihasilkan peta sebaran Puskesmas di Kabupaten Kebumen tahun 2014. Terdapat 35 unit Puskesmas yang tersebar di 26 kecamatan. Visualisasi sebaran Puskesmas saat ini dan analisis menggunakan metode AHP dapat menentukan rekomendasi lokasi Puskesmas yang baru. Penentuan kriteria, bobot prioritas, serta konsistensi rasio dapat mempengaruhi hasil rekomendasi lokasi Puskesmas yang baru.
Provision of PHC as the-most-affordable-health-facilities by the community is one of the efforts to improve the health of a region. The background of this research are lack of information on the distribution location and thematic data-presentation of PHC in spatial data form in Kebumen. This aims to map the distribution of PHC in Kebumen 2014 and determine new-PHC location using AHP. Mapping method is done by the analysis of information and data PHC characteristics. Site analysis is done by AHP. AHP is one method of DSS that can help in the process of computation, data analysis, and decision-making on criterias used to determine the location of an object. Based on the analysis, resulting PHC distributions map in Kebumen 2014. There are 35 PHC scattered in 26 districts. Visualization of PHC distributions and analysis using AHP can determine new PHC locations. Determination of criterias, priority-weights, and the consistency-ratio can affect the results of new PHC locations recommendations.
Kata Kunci : Pemetaan Puskesmas, Sistem Informasi Geografis (SIG), Analytical Hierarchy Process (AHP)