Laporkan Masalah

PENGARUH JUMLAH DAN KOMPOSISI PEREKAT ASAM SITRAT DAN SUKROSA TERHADAP SIFAT PAPAN PARTIKEL PELEPAH KELAPA SAWIT DAN KETAHANANNYA DARI SERANGAN RAYAP KAYU KERING

KHOIRUL ANAM TANUWIJAYA, D.Agr.Sc. Ragil Widyorini, S.T., M.T.;Tomy Listyanto, S.Hut., M.Env.Sc., Ph.D.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Salah satu bentuk alternatif pemanfaatan biomassa pelepah kelapa sawit adalah sebagai bahan baku papan partikel. Papan partikel dikembangkan menggunakan bahan pengikat alami yang ramah lingkungan untuk mengganti perekat sintetis, diantaranya yaitu asam sitrat dan sukrosa. Penelitian mengenai pemanfaatan asam sitrat dan sukrosa sebagai bahan pengikat pada pelepah kelapa sawit belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah dan komposisi perekat terhadap sifat fisika, mekanika, dan ketahanan papan partikel dari serangan rayap kayu kering papan partikel pelepah kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu jumlah perekat (10% dan 15%) serta komposisi perekat asam sitrat:sukrosa (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, dan 100:0). Pembuatan papan partikel dilakukan pada suhu 200°C dengan tekanan spesifik 3,6 MPa, target kerapatan 0,9 g/cm3, ukuran partikel yang digunakan adalah lolos 10 mesh. Pengujian kualitas papan partikel meliputi sifat fisika dan mekanika berdasarkan standar JIS A 5908-2003, yaitu kadar air, kerapatan, penyerapan air, pengembangan tebal, modulus patah, dan modulus elastisitas. Pengujian keawetan papan partikel dari serangan rayap kayu kering menggunakan modifikasi metode no-choice feeding yang meliputi mortalitas rayap dan pengurangan berat. Data hasil pengujian kemudian dianalisis menggunakan SPSS dan diuji lanjut HSD (Honestly Significant Difference) Tuckey pada taraf uji 0,01 dan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan interaksi faktor jumlah dan komposisi perekat asam sitrat dan sukrosa berpengaruh nyata pada taraf uji 0,01 terhadap nilai modulus patah, serta berpengaruh nyata pada taraf uji 0,05 terhadap nilai kadar air dan modulus elastisitas. Sifat papan partikel pelepah kelapa sawit terbaik pada penelitian ini diperoleh pada jumlah perekat 15% dan komposisi asam sitrat:sukrosa 25:75 dengan nilai kadar air 4,59%, kerapatan 0,9 g/cm3, pengembangan tebal 2,19%, penyerapan air 33,29%, keteguhan rekat internal 0,46 MPa, modulus patah 10,97 MPa, dan modulus elastisitas 3,45 GPa. Sifat ketahanan terhadap serangan rayap kayu kering papan partikel pelepah kelapa sawit terbaik diperoleh pada jumlah perekat 15%.

One of the alternative utilization of oil palm fronds biomass is as raw material for particle board. Particle board is developed using environmental friendly adhesive, such as citric acid and sucrose. Research on the use of citric acid and sucrose as binders in oil palm fronds has never been done. This study aimed to analyze the influence of the amount and composition of the adhesive to the physical, mechanical properties, and its dry-woodtermite resistance on oil palm frond particleboard. This study used completely randomized design with two factors, namely the amount of adhesive (10% wt and 15% wt) and the composition of citric acid: sucrose (0:100, 25:75, 50:50, 75:25 and 100:0). Particle boards were manufactured at specific pressure of 3.6 MPa, press time of 10 minutes, and target density of 0.9 g/cm3. Particles size that passed 10 mesh is used as raw materials. Physical and mechanical properties (water content, density, water absorption, thickness swelling, internal bond strength, modulus of rupture, and the modulus of elasticity) were done according to Japanese Industrial Standard JIS A 5908-2003. Durability testing of particle board from dry-wood termite attack was done according to the modification of no-choice feeding methods. Data results were then analyzed using SPSS test and further tested using HSD (Honestly Significant Difference) test of Tuckey at level 0.01 and 0.05. The results showed that the interaction factor between amount and composition adhesive affected significantly at level 0.01 on modulus of rupture, and affected significantly at level 0.05 on water content and modulus of elasticity. The adhesive amount of 15 wt% and adhesive composition of 75 : 25 (citric acid : sucrose) provided the best properties of particle board with the 4.59% moisture content, 0.9 g/cm3 density, 2.19% thickness swelling, 33.29% water absorption, 0.46 MPa internal bond strength, 10.97 MPa modulus of rupture, and 3.45 GPa modulus of elasticity. The optimum resistance of dry-woodtermite was achieved at 15 wt% of adhesive amount.

Kata Kunci : Papan partikel, asam sitrat, sukrosa, jumlah perekat, komposisi perekat, pelepah kelapa sawit, rayap kayu kering