PERSEPSI PASIEN PERTAMINA TERHADAP UPAYA PENGENDALIAN BIAYA LAYANAN KESEHATAN DI POLIKLINIK PERTAMEDIKA MEDICAL CENTER - PERTAMEDIKA
SYAMSU ALAM ALIYAH, DR. Julita Hendrartini, drg., M.kes;
2015 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMRLatar Belakang: Pertamedika, sebagai anak perusahaan PT Pertamina. Dalam menjalankan misinya sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa layanan kesehatan, dituntut untuk memberikan layanan kesehatan yang profesional, berkualitas namun tetap efisien dalam menggunakan biaya. Bertitik tolak dari kecenderungan peningkatan biaya layanan kesehatan dari tahun ketahun, sebagai akibat bentukan budaya berobat yang sudah cukup lama, juga karena pemberlakukan penggunaan fasilitas berobat tanpa batas dari sisi biaya maupun jenis layanan. Tujuan: Untuk mengetahui persepsi pasien dari pelanggan Pertamina dan provider (Pekerja LKJ) terhadap upaya pengendalian biaya dan alternatif model pembiayaan layanan kesehatan dalam rangka mempersiapkan bentuk sosialisasi program efisiensi pembiayaan di Pertamina Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan rancangan cross sectional. Tehnik pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil: Tanggapan responden atas kualitas layanan yang diperoleh dari Pertamedika, hanya 43,3% yang menyatakan kualitas layanan baik, sementara yang menyatakan kurang sebesar 51,7%. Terhadap semua upaya efisiensi serta model pembiayaan yang diajukan dalam kuesioner dan wawancara,kecuali pada pembatasan rujukan ke dokter ahli, sebahagian besar responden menjawab tidak setuju. Sementara pada pembatasan rujukan ke dokter ahli selama layanan di PPK-1 baik,55% menyetujui pembatasan dan hanya 45% tidak setuju. Kesimpulan: 1). Pekerja dan pensiunan setuju terhadap program efisiensi biaya layanan kesehatan, namun sangat menolak upaya-upaya pembatasan; 2). Efisiensi pelayanan harus berdasar pada upaya peningkatan kualitas SDM, karena pelaksanaan efisiensi bukan berarti melakukan penekanan biaya yang berakibat pada pengurangan kesejahteraan karyawan. Saran: Kebijakan efisiensi layanan kesehatan harus berdampak kepada peningkatan produktivitas pekerja dan kualitas hidup masyarakat pertamina.
Background: Pertamedika, is a subsidiary of PT Pertamina. Its mission as a company engaged in the field of health care services, are required to provide health care professionals, qualified but still efficient using the cost. Based on the trend of increasing health care costs from year to year, culture as a result of treatment that is long enough, as well as entry into the facility for treatment without limit in terms of costs and types of services. Objective: To determine the patient perception of Pertamina customers and providers to cost control efforts and alternative models of health care financing in order to prepare a form of socialization efficiency financing programs in Pertamina. Method: This study used descriptive research, using a cross sectional. Techniques of data collection using qualitative and quantitative methods. Result and Discussion: A response of respondents on the quality of service obtained from Pertamedika, only 43.3% said good service quality, while stating no less than 51.7%. Against all the efficiency and funding models proposed in the questionnaire and interviews, except the limitation of referral to a specialist, the respondents answered partly disagree. While the restriction of referral to a specialist for services in PPK-1 good, 55% approve restrictions and only 45% disagreed. Conclusion: 1). Workers and retired agree on program of cost efficiency health services, but it was really rejected efforts restrictions; 2). Efficiency of care must be based on improving the quality of human resources, for the implementation of efficiency does not mean doing suppression costs resulting in reduction of employee benefits. Suggestion: Efficiency of health care policy should cause an increase in worker productivity and quality of life Pertamina employees.
Kata Kunci : Pengendalian biaya layanan kesehatan, Persepsi, Sikap.