PENGEMBANGAN DAN IMPLEMENTASI PROGRAM PENCEGAHAN PASIEN JATUH DI RUANG RAWAT INAP RS BETHESDA YOGYAKARTA
NANIK KUSUMANINGRUM, Dr. Dr. Rizaldy Taslim Pinzon, M.Kes, SpS; dr. Andreasta Meliala, DiplPH, M.Kes, MAS
2015 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMRLatar belakang: Keselamatan pasien merupakan isu global yang sangat penting dan menjadi prioritas utama untuk dilaksankan terkait dengan mutu pelayanan dan citra rumah sakit. Salah satu sasaran keselamatan rumah sakit yang ditetapkan dalan peraturan menteri kesehatan adalah tentang pengurangan risiko pasien jatuh. Kejadian pasien jatuh di rumah sakit merupakan masalah yang serius karena selain mengakibatkan cedera bahkan kematian, namun juga memperpanjang masa lama perawatan dan biaya perawatan menjadi lebih besar. Tujuan: mengetahui pengembangan dan implementasi program pencegahan pasien jatuh di ruang rawat inap RS Bethesda periode Januari 2011 – Desember 2013 Metode: penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan disain penelitian deskriptif analitik tentang pengembangan dan implementasi program pencegahan jatuh pada pasien rawat inap di RS Bethesda dimulai dari tahap : (a). Mengidentifikasi masalah, (b). Menelah besarnya masalah, (c_. Mengidentifikasi akar masalah, (d). Mencari alternatif solusi, (f). Menetapkan program, (g). Melakukan sosialisasi dan uji coba , (h). Implementasi program, (i). Mengevaluasi program. Hasil dan pembahasan: Pengembangan program pencegahan pasien jatuh meliputi penetapan instrumen penilaian risiko pasien jatuh serta protokol intervensi untuk mencegah pasien jatuh. RS Bethesda menetapkan menggunakan skala jatuh Morse (Morse Falls Scale). Kepatuhan staf kesehatan multidisipliner dalam melakukan penilaian awal dan penilaian ulang secara rutin serta mengerjakan langkah-langkah intervensi perlu ditingkatkan supaya menjadi kebiasaan dan akhirnya menjadi suatu budaya dengan kerangka berpikir patient safety first. Kejadian pasien jatuh di RS Bethesda periode Januari 2011 sampai dengan Desember 2013 sebanyak 37 kasus sebagian besar (67,6%) merupakan pasien dengan risiko tinggi untuk jatuh, dan kejadian pasien jatuh tersebut terjadi pada waktu malam hari (shift jaga malam perawat) sebesar 40,6%. Alasan paling banyak ketika pasien jatuh adalah pasien dari dan ke kamar mandi untuk kebutuhan toilet (54%), walaupun sebagian besar akibat jatuh tersebut adalah cedera ringan (83,8%) namun akan dapat mempengaruhi kepercayaan diri pasien dan keluarga pasien terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Kesimpulan dan saran: Program pencegahan pasien jatuh perlu dikembangkan dan terus menerus ditingkatkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam aspek keselamatan pasien di rumah sakit. Implementasi program pencegahan pasien jatuh perlu mendapatkan dukungan dari organisasi layanan kesehatan (rumah sakit), semua petugas rumah sakit , serta pasien dan keluarga pasien dalam membangun kebiasaan, cara berpikir, dan praktek upaya pencegahan pasien jatuh. Program pencegahan pasien jatuh yang diterapkan di ruang rawat inap RS Bethesda tidak menurunkan kejadian pasien jatuh. Saran bagi manajemen rumah sakit, supaya mendukung program keselamatan pasien rumah sakit , termasuk di dalamnya program pengurangan dan pencegahan kejadian pasien jatuh di ruang perawatan pada khususnya dan di lingkungan rumah sakit pada umumnya. Penanganan kejadian pasien jatuh bila harus dilakukan analisis akar masalah dan dibentuk Tim RCA , diharapkan anggota tim terdiri dari berbagai profesi supaya lebih tajam dalam merumuskan akar masalah terhadap permasalahan pelayanan yang timbul. Implementasi program ini diharapkan bisa melibatkan pihak pasien dan keluarga pasien supaya bisa berperan serta dalam keberhasilan upaya pengurangan dan pencegahan kejadian pasien jatuh.
Background: Patient safety is a very important global issue and a main priority to be achieved which directly related to the hospital service quality and good perception. One of the main objectives of patient safety which was specified by the Health Ministry pertains to reducing the inpatient-fall-risk . The inpatient-fall incidents in a hospital are serious problems since they could cause patients' injuries and even deaths, in addition to prolong the length of stay (LOS) and increasing the treatment cost. Purposes: To determine the development and implementation of patient-fall prevention program in the wards of Bethesda Hospital during January 2011 until December 2013. Methods: This research is a qualitative one with a descriptive analytical design to develop and implement a program of preventing inpatient-falls in Bethesda Hospital. The research steps include: (a) Identifying the problems. (b) Deciding the problem scope. (c) Identifying the root of problems. (d) Searching alternatives for the solution. (f) Specifying the program. (g) Conducting the socialization and test cases. (h) Implementing the program. (i) Evaluating the program. Results and discussion: Developing a inpatient-fall prevention program includes the specification of a risk evaluation instrument for inpatient-fall and the intervention protocol to prevent the patient-fall Bethesda Hospital has decided to use the Morse Falls Scale as the risk evaluation instrument. The compliance of multidisciplinary medical staff in conducting the first assessment and re-assessment as well as in conducting the intervention steps must be improved which results in good habits and eventually becomes a culture based on the principle of patient safety first. The inpatient-fall incidents in Bethesda Hospital had occurred as many as 37 cases. A large number (67.6%) of them were happened to patients with a high-risk to fall. And as much as 40.6% of that falldown cases were happened in the night time (under the care of night-shift nurses). The most frequent reason for inpatients-fall was during the patients went to and out of bathrooms to cater their toilet needs (54%). Although most of the falls cases result in small injuries (83.8%), these incidents will affect the trustworthiness of the patients and their families in regard to the hospital service quality. Summary and recommendation: The inpatient-fall prevention program must be developed and improved continually to increase the society trust on patient safety aspects in hospitals. The implementation of this program needs full supports from health care organizations (hospitals), all hospital staff, including patients and their families to foster habits, way of thinking, and practices in preventing patient-fall. The inpatient-fall prevention program which was implemented in Bethesda Hospital has not yet decreased the patient fall-down occurrences. Hospital management is recommended to support actively the inpatient-fall prevention program, including to reduce and prevent inpatient-fall incidences especially in treatment rooms and generally in hospital environment. The handling of inpatient-fall incidences, when necessary, should include root causes analysis (RCA) and formation of RCA Teams. This team members should be formed of various professionals in order to sharpen the root causes to whatever possible service problems which may occur. The program implementation hopefully could involve many patients and their families to gain their participation in successful efforts of reduction and prevention of inpatient-fall incidences.
Kata Kunci : pasien jatuh – deskriptif – rumah sakit Bethesda