Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI SURGICAL SAFETY CHECKLIST DALAM PELAYANAN BEDAH MULUT DI RSGM PROF.SOEDOMO YOGYAKARTA

INDARSARI KUSUMA DEWI, Prof. dr. Adi Utarini, MSc., MPH., Ph; dr. Trisasi Lestari, M.Med.Sc

2015 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMR

Latar belakang: Baik buruknya layanan sebuah rumah sakit saat ini menjadi pusat perhatian para praktisi pelayanan kesehatan dalam skala nasional maupun international. World Health Organization (WHO) memperkirakan sedikitnya ada 50% dari mereka yang menerima perawatan bedah mengalami surgical adverse event atau efek samping bedah yang sebenarnya dapat dicegah. Program Safe Surgery Saves Lives memperkenalkan dan melakukan uji coba surgical safety checklist sebagai upaya untuk keselamatan pasien dengan tujuan utama untuk menurunkan kejadian tidak diharapkan di kamar operasi. Tetapi dalam pelaksanaan checklist ini bila item-item dalam checklist tersebut tidak diadaptasikan kedalam tindakan bedah yang membutuhkan spesialisasi tertentu maka penggunaannya dapat beresiko untuk membahayakan pasien. Tujuan: secara umum untuk mengetahui seberapa besar dapat dilaksanakan surgical safety checklist pada perawatan rawat jalan dalam spesialisasi bedah mulut dan maksilafasial di bagian Bedah Mulut RSGM Prof. Soedomo Yogyakarta. Sedangkan tujuan khusus untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kesesuaian tindakan surgical safety checklist yang telah diadaptasi dalam perawatan rawat jalan untuk operasi bedah mulut dengan kejadian yang tidak diinginkan dalam perawatan rawat jalan di dalam SMF spesialisasi bedah mulut RSGM Prof.Soedomo Yogyakarta, dan mendapatkan nilai kejadian yang tidak diinginkan di dalam SMF spesialisasi bedah mulut RSGM Prof.Soedomo Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian prospektif observasional dengan rancangan longitudinal study. Subyek penelitian ini adalah pasien yang menjalani operasi bedah mulut minor pada periode akhir bulan september 2014-akhir bulan november 2014 di dalam SMF spesialisasi bedah mulut RSGM Prof.Soedomo Yogyakarta. Dilakukan observasi dengan menggunakan instrumen checklist terhadap pelaksanaan surgical patient safety untuk perawatan rawat jalan dan penilaian adverse events pasca operasi setelah tujuh hari. Data yang terkumpul dianalisis dengan pendekatan univariabel dan bivariabel. Hasil: Pelaksanaan tindakan bedah mulut untuk pasien rawat jalan yang sesuai 100% dengan checklist adalah hanya pada saat tahapan item sign in (konfirmasi identitas pasien, memastikan kembali area operasi, memastikan ketersediaan catatan rekam medis dan radiologi pasien serta memastikan alat suntik bekerja dengan baik). Angka kejadian yang tidak diinginkan selama pembedahan berlangsung dan pasca operasi sebesar 27% dengan fraktur mahkota/akar gigi yang tidak direncanakan menempati posisi terbanyak (10 kejadian) dan ditemukannya kejadian parastesi pasca tindakan bedah mulut. Hasil Analisis Bivariat: Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi operasi bedah mulut (p=0.001) dengan kejadian yang tidak diinginkan, penggunaan item checklist memberikan penjelasan tentang prosedur operasi dengan kejadian yang tidak diinginkan (p=0.041) Kesimpulan: Pelaksanaan Surgical Patient Safety dengan menggunakan checklist yang telah diadaptasi untuk pelaksanaan operasi bedah mulut pada pasien rawat jalan belum konsisten dilaksanakan di SMF spesialis bedah mulut RSGM Prof.Soedomo Yogyakarta

Background: Clinical service quality of a hospital the main prioritybof health care practitioners in the national and international scale. World Health Organization (WHO) estimates that at least 50% of those who received surgical treatment have experience of surgical adverse events of surgery that could have been prevented. Safe Surgery Saves Lives program to introduce and conduct trials of surgical safety checklist in an attempt to patient safety, with the main objective to reduce the incidence of adverse event in the operating room. But in the implementation of this checklist, if the items in the checklist are not adapted into surgery that requires certain specialties it may be at risk for harm to the patient. Purpose: to know how much can be implemented surgical safety checklist on outpatient care in the surgical specialties of oral maksillofacial surgery of the RSGM Prof.Soedomo Yogyakarta. While the specific purpose to determine whether there is a difference between the suitability of the action of surgical safety checklist that has been adapted into an ambulatory oral surgery and with adverse event in ambulatory care in the RSGM Prof.Soedomo Yogyakarta, and get the value of adverse event in oral surgery specialization at the RSGM Prof.Soedomo Yogyakarta. Methods: This study was a prospective observational study with a longitudinal study design. The subjects of this study were patients undergoing minor oral surgery at the end of september 2014 period until end of november 2014 in the operating room of oral surgical specialties at RSGM Prof.Soedomo Yogyakarta. Observations using the checklist on the implementation of surgical instruments patient safety for ambulatory care and assessment of postoperative adverse events after seven days. Data were analyzed with univariable and bivariate approach. Results: Implementation of oral surgery for outpatients correspond 100% to the checklist is only at the stage of sign in (confirmation of the identity of the patient, ensuring area of operation, ensuring the availability of medical record and radiology patients and ensure syringe works well) . The incidence of adverse event during surgery and post-surgery took place at 27% with a fracture of the crown/root of the tooth that is not planned occupies the highest position (10 events) and the discovery of the incidence of post-surgical oral paraesthesia. Bivariate Analysis: There is a significant correlation between the duration of oral surgery (p = 0.001) with adverse events, and use the checklist items provide an explanation of the operating procedures with adverse events (p= 0.041) Conclusions: Implementation of the Surgical Patient Safety by using a checklist that has been adapted for the oral surgery on an outpatient basis has not been consistently implemented in SMF oral surgery specialist at the RSGM Prof.Soedomo Yogyakarta

Kata Kunci : surgical patient safety, bedah mulut, kejadian yang tidak diinginkan/adverse event


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.