Hubungan Asupan Zat Gizi dan Jenis Penyakit terhadap Perubahan Status Gizi Pasien Penyakit Degeneratif Pasca Rawat Inap Rumah Sakit
AMALINA SHABRINA, Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes ; dr. I Dewa Putu P., Sp. PD-Kger
2015 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar Belakang : Hospital malnutrition menyebabkan banyak pasien yang keluar dari rumah sakit tetap dalam kondisi malnutrisi. Dukungan nutrisi pasca rawat inap diketahui bermanfaat dalam menurunkan angka mortalitas dan rawat inap ulang. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan status gizi pasien penyakit degeneratif pasca rawat inap rumah sakit. Metode : Penelitian ini adalah observasional dengan rancangan nested case control. Subyek penelitian diperoleh dari penelitian sebelumnya yaitu pasien pasca rawat inap rumah sakit. Jumlah subyek penelitian sebanyak 89 orang. Status gizi subyek ditentukan berdasarkan % LILA saat keluar rumah sakit dan 3-6 bulan setelahnya untuk dilihat perubahannya. Asupan diketahui dari kuesioner SQ-FFQ dan dibandingkan dengan perhitungan kebutuhan Harris-Benedict untuk dilihat persen pemenuhannya. Jenis penyakit dilihat dari jumlah penyakit, skor komorbiditas Charlson, gangguan metabolisme protein, dan stress metabolik. Analisa yang digunakan adalah Chi square dengan program SPSS. Hasil : Asupan energi kurang memberikan risiko 1,37 kali terhadap penurunan status gzi (p>0,05). Asupan protein kurang memberikan risiko 1,51 kali terhadap penurunan status gzi (p>0,05). Subyek dengan jumlah penyakit >1 memberikan risiko 1,09 kali terhadap penurunan status gzi (p>0,05). Subyek dengan skor komorbiditas 2-3 memberikan risiko 1,1 kali terhadap penurunan status gzi (p>0,05). Subyek dengan gangguan metabolisme protein memberikan risiko 1,63 kali terhadap penurunan status gzi (p>0,05). Subyek dengan peningkatan stress metabolik memberikan risiko 0,65 kali terhadap penurunan status gzi (p>0,05). Kesimpulan : Asupan zat gizi dan jenis penyakit tidak terbukti memiliki hubungan terhadap perubahan status gizi pasien pasca rawat inap rumah sakit.
Background : Hospital malnutrition causing many discharged patients remained in a state of malnutrition. Nutrition discharge plan known to be beneficial in reducing mortality and hospital readmission. Objective : Determine the factors that affect changes in nutritional status of discharge patients with degenerative diseases. Study design : This was an observational study with a nested case-control design. The subjects were obtained from previous studies in which they were discharge patients. The number of research subjects was 89 samples. Nutritional status of subjects were determined by % (percent) of LILA at discharge and 3-6 months later to identify the changes. Nutrient intake were obtained from SQ-FFQ questionnaire and later compared with individual Harris-Benedict equation for viewing the percent of compliance. Types of diseases determined by the number of diseases, Charlson comorbidity score, protein metabolism disorders, and metabolic stress. The correlation was analyzed by using Chi Square test from SPSS Program. Result : Unsufficient energy intake provides 1.37 times of risks on degradation of nutritional status (p> 0.05). Unsufficient protein intake provides 1.51 times of risks on degradation of nutritional status (p>0.05). Subjects with the number of disease > 1 provides 1.09 times of risks on degradation of nutritional status (p> 0.05). Subjects with comorbidity score 2-3 provides 1.1 times of risks on degradation of nutritional status (p> 0.05). Subjects with protein metabolism disorder provides 1.63 times of risks on degradation of nutritional status (p> 0.05). Subjects with an increase of metabolic stress provides 0.65 times of risks on degradation of nutritional status (p> 0.05). Conclusion : Nutrient intake and type of diseases are proven has no correlation toward nutritional status changes of discharged patients.
Kata Kunci : asupan, morbiditas, pasca rawat inap, perubahan status gizi