Laporkan Masalah

ADVOKASI KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KONFLIK DALAM KASUS PERTAMBANGAN BEKAS ERUPSI MERAPI (Studi Kasus: Pertambangan Pasir dan Batu di Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang)

ARIF RAHMAN, Dra. Ambar Teguh Sulistiyani, Msi.

2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

ABSTRAK Sejak tahun 1996 sampai saat ini, wilayah Desa Keningar menjadi ajang eksploitasi pertambangan bahan galian Golongan C secara membabi buta. Eksploitasi ini tanpa disertai reklamasi maupun penataan penambangan sehingga terjadi kerusakan lingkungan yang sangat parah. Pertambangan juga menimbulkan masalah sosial berupa aksi premanisme, pungutan liar, miras, serta terjadinya kesenjangan sosial antar warga yang menyebabkan keresahan hidup bermasyarakat. Hal ini menyebabkan sekelompok warga berjuang untuk menutup kawasan pertambangan alat berat di desa itu. Penolakan aktivitas pertambangan di Desa Keningar merupakan suatu upaya untuk mengembalikan keagungan Merapi. Advokasi ini juga ditujukan untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Magelang memenuhi tanggungjawab publiknya. Perjuangan masyarakat Keningar dalam upaya mengembalikan keagungan Merapi bukannya tanpa resiko. Kehidupan kawasan pertambangan, apalagi pertambangan yang bersifat tidak resmi, selalu menampilkan wajah yang tidak menyenangkan. Advokasi pertambangan dalam banyak kasus diwarnai dengan kompleksitas masalah, selalu mengarah kepada konflik, dan berpotensi ke arah kekerasan. Upaya meredam dan meminimalisir konflik menjadi kajian yang sangat penting dalam setiap advokasi kebijakan. Mengelola konflik diperlukan agar kegiatan advokasi bisa terus berjalan, atau bahkan konflik-konflik tersebut diarahkan untuk menunjang keberhasilan advokasi kebijakan.

ABSTRACT Since 1996, Keningar Village area has become exploitation of mineral mining type C. This exploitation is done blindly without reclamation and mining settlement, causing severe environmental damage. Mining also cause social problems such acts of thuggery, extortion, alcoholic, and the social gap between people who live in a society led to unrest. This problem led to a group of people struggling to close the mining area that use heavy equipment in the village. Rejection of mining activity in the village Keningar is an attempt to restore the grandeur of Merapi. This Advocacy is also intended to urge the Government of Magelang district fulfill its public responsibility. Keningar community struggle in an effort to restore the grandeur of Merapi is not without risk. Living in the mining area, especially unofficial mining, is always show unpleasant face. in many cases,Mining advocacy is often characterized by the complexity of the problem, this always leads to conflict, and potentially lead to violence. Effort to prevent and minimize conflicts become very important in the study of any policy advocacy. Managing conflict is necessary in order to unsure advocacy activity, or even direct conflict to the success of policy advocacy.

Kata Kunci : pertambangan, kerusakan lingkungan, masalah sosial, advokasi kebijakan, konflik, mengelola konflik