Faktor-Faktor yang Memengaruhi Upaya Pengembangan Wisata Sungai Krueng Aceh di Kota Banda Aceh
HAFI MUNIRWAN, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, MA.
2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKota Banda Aceh merupakan kota yang dilintasi oleh berbagai sungai. Salahsatu sungai tersebut adalah Sungai Krueng Aceh yang melintasi pusat Kota BandaAceh. Sungai Krueng Aceh memiliki potensi wisata yang dapa dikembangkan untukkegiatan wisata seperti : sightseeing, pelayaran, rekreasi, dan sebagainya yang didukung oleh kejernihan air, ketenangan arus air, kedalaman air, serta kekayaan floradan fauna. Pengembangan wisata Sungai Krueng Aceh telah dilakukan oleh pemerintah Kota Banda Aceh sejak tahun 2011. Akan tetapi pengembangan wisata tersebut belum berjalan dengan optimal. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi upaya pengembangan wisata sungai untuk memberikan masukan bagi pemerintah dalam mengembangkan wisata Sungai Krueng Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktifkualitatif, yaitu dengan menggunakan data yang dinyatakan dalam bentuk verbal atau deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari kondisi, orang– orang dan perilakuyang diamati sesuai untuk menjawab variabel/indikator tertentu mengenai potensi, upaya pengembangan serta faktor-faktor yang memengaruhi upaya pengembanganwisata Sungai Krueng Aceh. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat berbagai faktor yang memengaruhi upaya pengembangan Wisata Sungai Krueng Aceh, diantaranya terdiri dari ketidaktersediaan sejumlah komponen wisata, selain itu terdapat pula faktor penghambat yang menyebabkan pengembangan yang telah dilakukan oleh pemerintah menjadi tidak optimal. Ketidak-tersediaan komponen wisata serta faktor penghambat ini terjadidisebabkan oleh karena saat ini pengembangan Wisata Sungai Krueng Aceh dilakukan hanya oleh pemerintah. Langkah kedepan yang harus ditempuh untuk mewujudkan kontinuitas pengembangan Wisata Sungai Krueng Aceh adalah melalui peningkatan peran pemangku kepentingan (stakeholder) baik pemerintah, pihak swasta dan masyarakat sesuai dengan peran idealnya dalam pengembangan Wisata Sungai Krueng Aceh.
Banda Aceh is a city that crossed by many rivers. One of the rivers is Krueng Aceh river, crosses over downtown Banda Aceh. Krueng Aceh river has a lot of tourism potential resource such pure water, calm water-flow, depth of the water, the wealth of flora and fauna that could be developed for tourism activity : sightseeing, recreation, etc. The development of Krueng Aceh river-based tourism has been done by the government of Banda Aceh city since 2011. Therefore, the development of Krueng Aceh river-based tourism does not developed well, hence the research about factors that affect the development of Krueng Aceh river-based tourism is needed, as recommendation for government in the development of Krueng Aceh river-based tourism. The method used on this research was deductive-qualitative method, which use data sourced from conversation, words, environmental conditions, behaviour that observed to answer variables/indicators about potential, development, and factors that affect the development of Krueng Aceh river-based tourism. This research found there are many factors that affect the development of Krueng Aceh river-based tourism, including unavailability of tourism components and prohibitive factors that caused the development of Krueng Aceh river-based tourism does not developed well. The unavailability of tourism components and the prohibitive factors is caused by the development of Krueng Aceh river-based tourism only done by government. The next step that must been done to gain the continuity of Krueng Aceh river-based tourism are to encourage the involvement of each stakeholders: government, private sector and society in the development of Krueng Aceh river-based tourism.
Kata Kunci : Pariwisata, wisata sungai, pengembangan wisata sungai/Tourism, river-based tourism, development of tourist destination