Laporkan Masalah

ANALISIS KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN OLEH ORGANISASI TANI LOKAL KALIJAYA DI WILAYAH RPH CISALADAH, BKPH PANGANDARAN, KPH CIAMIS

DANANG OKTAVIANTORO, Wahyu Tri Widayanti, S.Hut, M.P.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Keberadaan lembaga penting untuk mewadahi kepentingan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Pengelolaan hutan di masa mendatang menuntut adanya kelembagaan yang fungsional dan mandiri agar pengelolaan hutan lestari dapat terwujud. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kronologi sejarah pengelolaan hutan dan sistem kelembagaan Organisasi Tani Lokal Kalijaya di wilayah RPH Cisaladah, BKPH Pangandaran, KPH Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode dasar studi kasus. Teknik pengambilan sample menggunakan metode snowball sampling (bola salju) dan teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, pengamatan terlibat, dan studi dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu dengan reduksi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, gerakan reclaiming lahan yang dilakukan masyarakat Desa Kalijaya atas lahan kelola Perhutani dipengaruhi oleh adanya penjarahan besar-besaran di era reformasi antara tahun 1998-2000, perspektif tanah milik leluhur, dan dampingan dari Organisasi Serikat Petani Pasundan (SPP). Sistem kelembagaan OTL Kalijaya, ditinjau dari aspek ketertataan sudah tertata, keanggotaan bersfat tertutup dan khusus, sementara jabatan dan susunan kepengurusan ditentukan oleh musyawarah anggota serta tidak ada batasan waktu periode kepengurusan. OTL Kalijaya memiliki aturan tertulis dan non-tertulis. Aset yang dimiliki oleh OTL Kalijaya diantaranya gedung sekretariat, koperasi produksi, sirkuit motor cross, uang kas dan lahan kolektif 2,5 ha. Gaya kepemimpinan ketua OTL Kalijaya berada pada dimensi demokrasi, dan penguatan kelembagaan lebih diprioritaskan pada hal-hal yang berkaitan dengan reformasi agraria. Kegiatan produktif yang dilakukan yaitu pengelolaan lahan dengan pola tanam agroforestry, pertemuan anggota minimal sebulan sekali, pengelolaan lahan kolektif, pengelolaan koperasi produksi, pemetaan partisipatif dan penegasan tata batas kawasan kelola OTL Kalijaya. Potensi konflik yang dapat terjadi di internal OTL yaitu sesama anggota OTL dan dengan pihak luar (eksternal) yaitu Perhutani.

The existence of institution is important to accommodate interests of community to achieve the collective goals. Future forest management demands independent and functional institution in order to realize sustainable forest management. The purpose of this research is to know historical chronology and institutional system of forest management by Organisasi Tani Lokal (OTL) Kalijaya in RPH Cisaladah, BKPH Pangandaran, KPH Ciamis. This research used a qualitative approach through case study as basic method. Snowball sampling method used to collecting sample, and depth interview, participant observation, and documentation study used to collecting data. Data analysis used Miles and Huberman model namely by data reduction, data presentation, and then conclusion and verification. The result show that OTL Kalijaya reclaimed the land caused by massive illegal logging in 1998-2000, any ancestral land perspective, and mentored by Serikat Petani Pasundan Organization. Institutional system of OTL Kalijaya reviewed by arranged aspect, organization structure was arranged well, the membership are closed and special, while the position and organization structure fixed by member conference. The period of organization stewardship has no time limit. OTL Kalijaya has written rules and no-written rules. OTL Kalijaya has some asset, namely productive union, motor cross sircuit, cash money, and 2,5 hectare collective land. The leadership style of OTL Kalijaya's leader has on democracy dimension, and institutional strengthening more priority to developing knowledge about agrarian reformation. OTL Kalijaya's productive activities are manage the land with agroforestry method, member meeting once a month, manage productive union, manage collective land, participate mapping and manage boundaries of land. Any potential conflict may occur in the future, there are fellow member internal conflict and external conflict with Perhutani.

Kata Kunci : analisis kelembagaan, reclaiming, Ciamis, institution analysis

  1. S1-2015-305382-abstract.pdf  
  2. S1-2015-305382-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-305382-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-305382-title.pdf