Laporkan Masalah

Disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah tingkat II di propinsi Kalimantan Selatan

SUARDIKA, I Gede, Drs. Masykur Wiratmo, MSc

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini berjudul Disparitas Pembangunan Ekonomi Antar Wilayah Tingkat II di Propinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui : (1) Tingkat disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah tingkat II di Kalimantan Selatan; (2) Trend disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah tingkat II di Kalimantan Selatan; (3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap disparitas (4) pertumbuhan ekonomi antar wilayah tingkat II di Kalimantan Selatan; (5) Tipologi daerah berdasarkan Klassen. Data yang digunakan antara lain adalah data PDRB per kapita tanpa migas, data jumlah penduduk kabupatenlkota dan propinsi tahun 1985-1 999. Disparitas pembangunan ekonomi dianalisis dengan mengguna1:an indeks disparitas regional Williamson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata disparitas pembangiinan ekonomi di Ka!imantan Selatan adalah berkisar zctara 0,333 sampai 0,465 atau rata-rata sebesar 0,301 7. Kecenderungan disparitas pembangunan ekonomi semakin meningkat yaitu sebesar 0,0165, faktorfaktor panjang jaian berpengaruh negatif terhadap disparitas pemabngunan ekonomi sedangkan realisasi pengeluaran pembangunan di tingkat II dan pertumbuhan ekonorni berpengaruh positif.. Laju perturnbuhan ekonomi ratarata tertinggi dialami oleh Kabupaten Tabalong, sedangkan terendah adalah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan perekonornian di Kalirnantan Selatan sebagian besar berada di Kabupaten Kotabaru yaitu sebesar 22,83 terendah di Kabupaten Tapin sebesar 3,3 persen. Kegiatan perekonomian di Kalimantan Selatan sebagian besar (54 persen) terdapat di wilayah pembangunan Kayutangi. Berdasarkan tipologi Klassen Kabupaten Kotabaru merupakan daerah maju dan cepat tumbuh, Kota Banjarmasin dan Kabupaten Baritokuala diklasifikasikan sebagai daerah maju tapi tertekan, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Utara dan Kab. Tabalong diklasifikasikan sebagai daerah berkembang cepat dan Kabupaten Tanah hut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Tapin diklasifikasikan sebagai dasrah relatif tertinggal.

The title of the research is Economic Development Disparity among Regency in South Kalimantan Province. The objective of the research is knowing (1) level of economic development disparity among regency in South Kalimantan. (2) trend of economic development disparity development in South Kalimantan. (3) the impact of such factors explaining regional disparity (4) economic growth among regency in Kalimantan Selatan. (5) region typology based on Klassen typology. The research used data of PDRB per capita without migas regencykity and South Kalimantm Province from year 1985 until 1999, number of regencykity population and number of province population from year 7385 tG1999, and PDRB witnout rnigas regency/city and South Kalimantan Province year 1985 to1 999. Economic development disparity is analyzed by used the Williamson regional disparity index, that computed during year 1984 period to1 999. Trend of disparity is analyzed by computed the trend equation. Economic growth is computed by computing each regencykity economic growth in South Kalimantan Province and classification regencylcity within South Kalimantan Province is using Klassen typology classification. The result of the research show that the disparity index average is 0,301 7. Tendency of economic development disparity during research period tends to more decreasing, that is 0,0165 in each year.The average rate of economic growth during period year 1993-1 99 that the highest in Tabalong regency and lowest in Hulu Sungai Tengah regency. Most of economy activity in South Kalimantan is in Kotabwu regency that is 22,83 percent and lowest in Tapin regency that is 3,33 percent. From ten regencykity in South Kalimantan Province that can be classified are Kotabaru Regency, is the progressive and grows fastly, Banjarmasin city arid Baritokuala Regency classified as progressive region but stressed. Banjar Regency, Hulu Sungai Utara and Tabalong Regency is classified as fast growth region and Tanah Laut, Huh Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah and Tapin classified as relatively left behind region.

Kata Kunci : Pembangunan Ekonomi, Disparitas,Propinsi Kalimantan Selatan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.