Laporkan Masalah

Identifikasi sektor unggulan dan pengembangan kawasan andalan di Kalimantan Timur 1993-1999

BASRI, Rachman, Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc

2002 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui pertumbuhan dan kontribusi sektor ekonomi pada masing-masing kabupaten/kota dalam Kawasan Andalan dan Kawasan Bukan Andalan, dibandingkan dengan pertumbuhan dan kontribusi sektor yang sama pada tingkat Propinsi Kalimantan Timur. Kedua mengidentifikasi sektor ekonomi unggulan masing-masing kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Ketiga untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan pendapatan per kapita masing-masing kabupaten/kota dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan dan pendapatan per kapita Propinsi Kalimantan Timur. Keempat untuk mengetahui ketepatan penetapan kawasan andalan di Propinsi Kalimantan Timur dilihat dari kriteria persyaratannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder yang bersumber dari Produk Domestik Regional Bruto,(PDRB) kabupaten/kota di Propinsi Kalimantan Timur tahun 1993-1999. Data tersebut diperoleh dari kantor Badan Pusat Statistik Propinsi Kalimantan Timur. Hasil analisis Tipologi Klassen dan model logit menunjukkan bahwa kebijakan penetapan kawasan andalan tidak dapat memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan berdasarkan peraturannya. Kedua alat analisis tersebut menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan, kontribusi sektor pertanian dan industri bukan merupakan variabel yang menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan kawasan andalan. Acuan yang dipergunakan sebagai dasar pengarnbilan kebijakan hanyalah berdasarkan pada pendapatan per kapita dan sektor unggulan. Hasil analisis Location Quotient (LQ) menunjukkan bahwa seluruh kabupaten/kota baik yang berada pada kawasan andalan maupun kawasan bukan andalan memiliki sektor unggulan. Dengan demikian acuan yang dipergunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan hanyalah berdasarkan pada pendapatan per kapita dan sektor unggulan. Implikasi dari hal tersebut maka, dilihat dari seluruh persyaratan yang harus dipenuhi, penetapan kawasan andalan tidak dilaksanakan secara tepat. Hasil analisis regresi logistik multinomial menunjukkan bahwa pengklasifikasian daerah di Propinsi Kalimantan Timur lebih baik apabila dilakukan dengan menggunakan klasifikasi menurut Tipologi Klassen dari pada berdasarkan kawasan andalan dan kawasan bukan andalan.

This research aims firstly to know the growth and economic sector contribution on each Regency/Municipality in the Mainstay or Non-Mainstay Area, compared with the same growth and contribution on the provincial level of East Kalimantan. Secondly, is to identify prominent economic sector for each Regency/Municipality in East Kalimantan. Thirdly, is for knowing the growth level and income per capita for each regency/municipality compared with the growth and income level per capita in the East Kalimantan Province. Forthly, is for knowing the appropriateness of determining the Mainstay Area in the East kalimantan Province as seen from the requirement criteria. The data used in this research is in the form of secondary one resourcing from the Gross Regional Domestic Product (PDRB) of regencies/municipalities in the East Kalimantan in 1993-1999. The data obtained from the office of Statistic Central bureau of East Kalimantan. The analysis result of Klassen's Typology and logit model show that the determination policy decision of mainstay area cannot fulfill all the given requirement based on the rule. Both analysis instruments show that the growth variable, agricultural sector contribution and industries are not the the variables becoming the consideration materials used as the basis of policy taking just based on the income per capita and prominent sector. The result of Location Quotient (LQ) show that all the regencies/municipalities either existing in the mainstay areas or non-mainstay areas have prominent sector. Thus the reference used as the basis of taking decision is just based on the income per capita and the requirement to be fulfilled, the decision on the mainstay areas is not actualized appropriately. The result of multinomial logistic regression analysis show that the classification of areas in the East Kalimantan Province is better if held using the classification according to the Klassen's Typology based on either mainstay or non-mainstay areas.

Kata Kunci : Sektor Unggulan, Kalimantan Timur 1993-1999


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.