Laporkan Masalah

Potensi Keterlibatan Masyarakat dalam Upaya Pemulihan Kawasan Suaka Margasatwa Paliyan dengan Penanaman Tumbuhan Asli (Native Species)

TAUFIK NUR HIDAYAT, Kristiani Fajar Wianti, S.Hut., M.Si.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Suaka Margasatwa (SM) Paliyan pada awalnya merupakan hutan produksi yang dikelola negara dengan melibatkan masyarakat melalui penerapan sistem tumpangsari. Aktivitas penggarapan lahan oleh masyarakat di SM Paliyan menghambat keberhasilan pemulihan ekosistem karst. Jenis-jenis tumbuhan asli dipilih untuk memperbesar keberhasilan proses pemulihan dan mengembalikan ekosistem ke kondisi semula. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengetahuan masyarakat tentang tumbuhan asli karst, mengetahui pandangan tentang upaya pemulihan kawasan SM Paliyan dengan penanaman tumbuhan asli karst, mengetahui kesadaran masyarakat tentang status dan fungsi SM Paliyan, dan mengetahui potensi bentuk keterlibatan masyarakat dalam upaya pemulihan kawasan dengan penenaman tumbuhan asli di SM Paliyan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan alat kuisioner. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah warga Desa Karangasem, Desa Karangduwet, Desa Jetis, dan Desa Kepek yang melakukan penggarapan lahan di dalam kawasan SM Paliyan. Sampel sebanyak 102 responden ditentukan melalui teknik pengambilan sampel klaster acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang tumbuhan asli masih sedikit. Upaya pemulihan kawasan SM Paliyan, dalam persepsi masyarakat dapat dilakukan dengan penanaman beberapa jenis tumbuhan asli. Kesadaran masyarakat tentang status dan fungsi SM Paliyan belum mendukung terwujudnya pengelolaan suaka margasatwa yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Keahlian menanam yang dimiliki masyarakat berpotensi untuk dilibatkan dalam upaya pemulihan kawasan SM Paliyan.

Paliyan Wildlife Sanctuary (PWS) was originally a state-managed production forests by involving the community through the application of intercropping systems. Communitys cultivation activities in PWS hinder the success of the karst ecosystem restoration. Native plants have been chosen to increase the success of restoration process and re-establish the ecosystem to its original state. The aims of this research are identify community knowledge about karst native plants, to know community perception about restoration in PWS by planting native species, to know community awareness about the status and function of PWS, and to know the potency of community involvement in restoration in PWS by planting native species. This research use quantitative approach and conducted by survey method. Data was collected by questionaire and analyzed with quantitative descriptive analysis. The population was people of Karangasem village, Karangduwet village, Jetis village, and Kepek village that doing land cultivation in PWS. Sample of 102 respondents have determined through random cluster sampling technique. The results of this research indicate that the community knowledge about karst native plants is still low. In community perception only few of native plants can be used on PWS restoration. Community awareness about status and function of PWS does not support yet the realization of wildlife sanctuary management in accordance with the regulations. The community's planting skill has the potential to be involved in PWS restoration.

Kata Kunci : Kawasan Karst, Masyarakat, Pemulihan Ekosistem, Tumbuhan Asli