Pengaruh peranan sektor dominan dalam PDRB dan Fiscal Stress terhadap tingkat kemandirian fiskal daerah :: Studi kasus Kabupaten Gunungkidul 1976-2000
SANTOSO, Agus Ridwan, Drs. Dumairy, MA
2002 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanTujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemandirian keuangan dae ra h dan pros pek kema nd i rian fis ka I (Administrative lndependeni RatiojAIR) ke depannya serta mengidentifikasi faktor-faktor makroekonomi daerah yang diduga mempengaruhi AIR Kabupaten Gunungkidul. Data penelitian yang digunakan adalah data runtun waktu 1976-2000. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat kemandirian fiskal berupa analisis deskriptif terhadap AIR (rasio PADftotal penerimaan APBD), peranan Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak (BHPBP) terhadap total penerimaan APBD dan peranan sumbangan dan bantuan (transfer) terhadap total penerimaan APBD. Prospek kemandirian fiskal daerah dianalisis dengan trend AIR selama 1976-2000 dengan uji stabilitas struktural Chow karena adanya fiscal stress pada tahun 1.997. Pengaruh faktor-faktor makroekonomi daerah yang diduga mempengaruhi AIR dianalisis dengan regresi berganda model Partial Adjusment Method (PAM) dan dibandingkan model regresi linier biasa tanpa variabel lag AIRt-1 sebagai variabel bebas. Analisis penelitian mengindikasikan bahwa tingkat kemandirian fiskal Kabupaten Gunungkidul tergolong rendah (kurang) dengan tingkat ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat yang sangat tinggi, terlihat dari AIR rata-rata selama periode penelitian 10,54 persen dan peranan transfer rata-rata 72,55 persen, sedangkan peranan BHPBP ratarata 7,36 persen. Prospek kemandirian fiskal daerah mengkhawatirkan karena dari analisis trend linier menunjukkan adanya penurunan AIR 0,23 persen per tahun dengan AIR awal (intersep) 13,57 persen. Variabel makroekonomi regional yang diteliti berupa laju pertumbuhan PDRB, peranan sektor pertanian terhadap PDRB, peranan sektor industri pengolahan, peranan sektor perdagangan hotel restoran dan dummy fiscal stress 1997 tidak berpengaruh signifikan terhadap AiR, hanya kelambanan (lag) variabel tak bebas AIRt-7 yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penentuan PAD dan APBD Kabupaten Gunungkidul selama ini hariya beruasarkari BAG uari APBD tahun sebeltiii-tnya.
This research strives to know regional fiscal independency grade and its prospect in Gunungkidul Municipality, to identify regional macroeconomic factors which presumed to influence Administrative Independent Ratio (AIR) as representing regional fiscal independency. The data used in this study are Regional Fiscal (APBD) and Gross Regional Domestic Product (PDRB); annualy during 1976-2000. Analitycal tools used to know regional fiscal independency grade is descriptives (tables and charts) for AIR (ratio of Regional Own Income(R01) with Total Revenue Regional Fiscal (TRRF)), share of Tax and Non-Tax Sharing (BHPBP) and share of transfer. Regional fiscal independency (AIR) prospect is analyzed with linear trend model and Chow ‘s structural stability test for detecting existence of fiscal stress influence in 1997. Regional macroeconomic factor that presumed to influence AIR is analyzed with multiple regression model by comparing Partial Adjusment Method (PAM) approach with general regression model without lag AIRt-, as independent variable. The results indicate that regional fiscal independency Gunungkidul Municipality is low (less) with average AIR 10.54 percent during 1976-2000 and very high dependency for transfer share, 72.55 percent on average for same period. Moreover, average share of BHPBP is low enough, 7.36 percent during the same. AIR prospect is anxiety because from linear trend analitycal indicates diminishing (negative slope) 0.23 percent per anno with intercept 13.57 percent. Regional macroeconomic variables i.e. regional economic growth, share of agricultural sector to GRDP, share of manufacture sector, share of trade hotel and restaurant sector and dummy fiscal stress 1997 are not significant to influence AIR, only lag variable AIR!-, is significant. This regression result indicates deteminaton of ROI (PAD) and Regional Fiscal (APBD) in Gunungkidul Municipality up to now is only from past performance of ROI dan Regional Fiscal, regardless regional economic development
Kata Kunci : Fiskal Daerah, Kemandirian, PDRB