Laporkan Masalah

Perencanaan Transit-Oriented Development (TOD) di Jakarta Pusat

DELIANI P SIREGAR, M. Sani Roychansyah S.T., M.Eng., D.Eng.

2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Diketahui dari data Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2009, jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 5,7 juta unit yang 5,6 juta dari total adalah kendaraan pribadi yang mendukung terjadinya kemacetan. Sementara total perjalanan per hari di Jakarta mencapai 20,7 juta perjalanan. Dengan fakta yang demikian, maka keberadaan Trans Jakarta yang telah beroperasi sejak tahun 2004 masih belum efektif mengurangi jumlah kendaraan pribadi dan mengurai kemacetan. Dikarenakan adanya contoh keberhasilan penerapan rencana Transit-Oriented Development (TOD) untuk menyelesaikan masalah transportasi dan lingkungan yang terbukti di beberapa kota di beberapa negara, maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merumuskan perencanaan kawasan TOD di enam kawasan yang tiga di antaranya berada di Jakarta Pusat yakni Harmoni, Dukuh Atas, dan Senen. Perencanaan TOD yang diusulkan penulis dalam penyelenggaraan TOD di Jakarta Pusat mengacu pengetahuan TOD yang disampaikan oleh Peter Calthorpe (1993) dan Hank Dittmar (2004). Sementara untuk landasan perencanaan kawasan TOD, penulis mengelaborasi standar dan panduan yang diberikan oleh Reconnecting America dan juga Institute for Transportation and Development Policy. Perencanaan dilakukan dengan sebelumnya melakukan penyesuaian standar dan syarat pembentuk TOD dari ragam teori dengan kondisi di lapangan sehingga tercipta standar baru yang sepenuhnya cocok untuk diterapkan sebagai panduan perencanaan TOD di Jakarta Pusat. Sebagai contoh dalam pengaplikasian standar baru, maka dilakukan perencanaan atas Kawasan TOD Senen. Elaborasi ragam teori dengan temuan di lapangan menghasilkan 10 poin baru yang dapat digunakan sebagai acuan perencanaan masing-masing kawasan TOD di Jakarta Pusat. Selain itu lebih rinci, diusulkan perencanaan Kawasan TOD Senen dengan mengangkat konsep Pengembangan Kawasan Urban Center TOD Senen yang Kompetitif sebagai Perwujudan Sistem Transportasi Berkelanjutan 2025. Perencanaan ini menunjukkan penggunaan 10 poin acuan penyelenggaraan kawasan TOD yang menawarkan 2 alternatif rencana. Alternatif ideal yang dapat dicapai Kawasan TOD Senen dalam waktu 10 tahun adalah alternatif 1 yakni rencana silver standard. Rencana ini mengedepankan 10 poin baru, konsep daya saing kawasan, dan sekaligus solusi atas permasalahan transportasi untuk mendukung terciptanya sistem transportasi berkelanjutan di DKI Jakarta.

Based on data from Dinas Perhubungan DKI Jakarta in 2009, the number of motorized vehicle in Jakarta is 5,7 million which the 5,6 million units are private vehicle that support the congestion happened. Also, total trip per day in Jakarta is 20,7 million. Based on those facts, the presence of Trans Jakarta that has operated since 2004 is not effective enough to press the number of private vehicle and solve the congestion problem. Due to successful implementation of Transit-Oriented Development (TOD) plan to solve transportation and environment problems that have been proven in some cities in some countries, the government of DKI Jakarta arrange TOD area planning in six areas which three of it are located in Central Jakarta, Harmoni, Dukuh Atas, and Senen. Writer proposed TOD Planning to conduct TOD system in Central Jakarta which refers to knowledge of TOD by Peter Calthorpe (1993) and Hank Dittmar (2004). While as based of TOD area planning, the writer elaborates the standard and the guidelines that have been given by Reconnecting America and also Institute for Transportation and Development Policy. Before arranging the plan, the writer adapted the standards and the requirements to build TOD from various theories with the factual condition so there will be new standard that suitable to be TOD planning guideline in Central Jakarta. As an example to apply the new standard, the planning of Senen TOD area is done. The elaboration of various theories with the factual condition generates 10 new points that can be used as a guideline to plan each TOD area in Central Jakarta. In detail, it is proposed plan of Senen TOD area with The Development of Competitive Urban Center TOD Area of Senen as A Way to Conduct Sustainable Transport System 2025 as its planning concept. This planning shows the use of 10 guideline points to build TOD area that offers 2 plan alternatives. The ideal alternative that can be applied in Senen TOD Area within 10 years is the first alternative, silver standard. This plan accentuates 10 new points, the concept of area competitiveness, and also as a solution to solve transportation problems to support the sustainable transportation system in DKI Jakarta.

Kata Kunci : Transit-Oriented Development (TOD), Perencanaan, Transportasi, Sistem Transportasi Berkelanjutan, Jakarta Pusat, Kawasan TOD Senen / Transit-Oriented Development (TOD), Planning, Transportation, Sustainable Transportation System, Central Jakarta, Senen TO

  1. S1-2015-319151-abstract.pdf  
  2. S1-2015-319151-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-319151-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-319151-title.pdf