Pengaruh Urban Compactness Terhadap Transformasi Spasial di Wilayah Peri Urban Kota Yogyakarta
INDAH TIARA KUSUMAWATI, M. Sani Roychansyah, S.T., M.Eng., D.Eng.
2015 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTACompact city merupakan salah satu bentuk konsep pembangunan berkelanjutan yang memiliki banyak keunggulan dan manfaat baik bagi kota maupun wilayah sekitarnya. Konsep compact city menekankan pada kepadatan yang tinggi, aktivitas yang terkonsentrasi, penggunaan transportasi umum dan penghargaan pada pejalan kaki/bersepeda, ukuran dan akses kota yang ideal, dan kesejahteraan penduduk di suatu kota. Selain itu konsep compact city juga memberi manfaat pada wilayah peri urbannya, karena dapat membatasi urban sprawl yang dapat menyebabkan terjadinya transformasi spasial. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kekompakan kota dapat digunakan indeks urban compactness. Saat ini banyak ditemukan kecenderungan kota-kota di Indonesia mengalami pelebaran sifat fisik kekotaan yang mengarah ke wilayah peri urbannya, salah satunya yaitu Kota Yogyakarta. Wilayah peri urban Kota Yogyakarta mengalami transformasi spasial cukup progresif terlihat dari pemanfaatan lahan dan infrastruktur yang menunjukkan kondisi semakin mengkota. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa urban compactness dapat meminimalisir transformasi spasial di wilayah peri urbannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif - kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik Structural Equational Modelling (SEM) dengan tingkat kepercayaan 95% dan dua model sampel, yaitu model 1 (kecamatan tepi yang diuji dengan kecamatan wilayah peri urban) dan model 2 (kecamatan inti yang diuji dengan kecamatan wilayah peri urban). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat kecenderungan urban compactness Kota Yogyakarta semakin menurun dan tingkat transformasi spasial wilayah peri urbannya semakin bertambah. Setelah dianalisis dengan Structural Equational Modelling (SEM), terbukti bahwa urban compactness dan transformasi spasial memiliki hubungan dan berbanding terbalik, akan tetapi urban compactness kecamatan tepi (model 1) lebih berpengaruh signifikan dibandingkan kecamatan inti (model 2), karena setiap kenaikan 1 satuan urban compactness di kecamatan tepi dapat mereduksi 0,429 satuan transformasi spasial. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa urban compactness dapat meminimalisir transformasi spasial di wilayah peri urban dan dapat dijadikan sebagai strategi untuk mengintervensi perkembangan sifat fisik kekotaan yang semakin melebar dan cenderung sprawl terutama dengan memperkuat urban compactness pada kecamatan tepi.
Compact city is one form of the concept of sustainable development and it has many advantages and benefits for both the city and the surrounding region. Compact city concept emphasizes on high density, concentrated activity, the use of public transport and respect for pedestrian / cyclist, ideal size and access of city, and social welfare of the population in a city. Besides that, compact city concept also gives benefits to its suburban area, because it can limit urban sprawl that can cause spatial transformation. To determine how much the level of urban compactness, can be used index of urban compactness. The tendency of urban sprawl process found in Indonesian cities, one of which is Yogyakarta City. Suburban areas of Yogyakarta City experienced spatial transformation in a very high intensity and it is seen on its land use and infrastructure. This study aims to prove that urban compactness can minimize spatial transformation in its suburban areas. The method used in this research is deductive - quantitative, and its analysis uses statistical analysis of Structural Equational Modeling (SEM) with 95% level of confidence and two sample models, they area model 1 (edge subdistrict tested with suburban subdistrict) and model 2 (core subdistrict tested with suburban subdistrict). Based on the analysis, there is a tendency that urban compactness of Yogyakarta City decreased and the level of spatial transformation of its suburban areas increased, and when analyzed with Structural Equational Modeling (SEM), proved that the urban compactness and spatial transformation has inverse relationship, but the urban compactness of edge subdistrict (model 1) has more significant effect than the urban compactness of core subdistrict (model 2). This is because every increase of 1 unit of urban compactness level in the edge subdistrict, can reduce 0.429 units of spatial transformation level in the suburban subdistrict. It can be concluded that urban compactness can minimize spatial transformation in the suburban areas and can be used as a strategy to intervene the uncontrolled urban sprawl, especially by strengthening the urban compactness on the edge subdistrict.
Kata Kunci : Urban Compactness, Compact City, Transformasi Spasial, Urban Sprawl, Wilayah Peri Urban, Kota Yogyakarta