Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI POLA PEMANFAATAN LAHAN OLEH MASYARAKAT DI HUTAN PENDIDIKAN WANAGAMA I KABUPATEN GUNUNGKIDUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

MUHAMMAD RIFKI ADITYAWAN, Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P. ; Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Keberadaan Hutan Pendidikan Wanagama (HPW) I telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh masyarakat saat ini masih belum terkelola dengan baik. Adanya benturan kepentingan antara pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan tujuan pengelolaan dari pihak pengelola HPW I dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap tercapainya tujuan pengelolaan hutan lestari bersama masyarakat. Tujuan penelitian yaitu: (1) mengetahui pola sebaran spasial pemanfaatan lahan yang dilakukan masyarakat di HPW I, (2) mengetahui bentuk pemanfaatan lahan di HPW I, (3) menyusun rujukan desain kelola pemanfaatan lahan yang tepat untuk masyarakat di HPW I. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang terbagi berdasarkan aspek spasial dan sosial. Penelitian ini memanfaatkan teknologi citra satelit Worldview 2 dalam melakukan identifikasi pola pemanfaatan lahan oleh masyarakat di HPW I. Adapun tahapan penelitian dari aspek spasial berupa penajaman HSV, digitasi on screen, ground check, kappa statistic, dan perhitungan entropi. Tahapan penelitian dari aspek sosial berupa wawancara kepada responden masyarakat yang melakukan aktivitas pemanfaatan lahan dan pengelola HPW I. Kedua aspek tersebut kemudian digunakan sebagai landasan dalam penentuan desain arahan pemanfaatan lahan di HPW I. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran spasial pemanfaatan lahan yang didominasi pola tumpangsari dan lahan yang didominasi pola pertanian memiliki sebaran merata pada kawasan HPW I dengan nilai entropi masing-masing sebesar 0,855 dan 0,714. Lahan dengan tegakan rapat memiliki sebaran tidak merata pada kawasan HPW I dengan nilai entropi 0,676. Pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh masyarakat adalah untuk ditanami tanaman pertanian, rerumputan dan pembudidayaan madu. Adapun desain arahan pemanfaatan lahan yang tepat untuk masyarakat berupa desain pemanfaatan lahan di bawah tegakan dengan pengembangan lahan pola tumpangsari.

Educational Forest of Wanagama 1 (HPW I) has a lot of benefits for the local community arround. However, the land utilization done by local community has still not been managed well because there is a conflict of interest between compliance public needs and the management of HPW I. Therefore the conflict to be turn up as negative impact towards the sustainable social forestry. The aims of this study are (1) study about the spatial distribution of land utilization pattern by local community in HPW I, (2) study about the land utilization form in HPW I, (3) design a suitable reference of land utilization to local community in HPW I. This study used a quantitative approachment with a survey method based on social and spatial aspects. This study used the Worldview 2 satellite images technology to identify the land utilization pattern by local community in HPW I. The step of spatial aspects are HSV sharpening, digitation on screen, ground check, kappa statistic, and entrophy calculation. The step of social aspects is interview towards respondents who are doing any activities in term of land utilization and management of HPW I. Both aspects are used to arrange a reference design of right land utilization to local community in HPW I. The results shows that the spatial distribution of land utilization in HPW I are equally distributed, either the land with tumpangsari domination at entrophy value of 0,855 or agricultural domination at entrophy value of 0,714. Meanwhile, the land utilization at the stands with high density are unequally distributed with entrophy value of 0,676. The land utilization done by local community are crops and grass plantation, also honey hatchery as well. Therefore, a suitable reference design of land utilization to local community in HPW I is land utilization with tumpangsari development pattern.

Kata Kunci : wanagama, pengindraan jauh, entropi, pemanfaatan lahan