Penilaian Kinerja Kelembagaan Irigasi Jaringan Irigasi Bendung Gerak Serayu
MAS HARRY ROSADI, Ir. Sukirno, MS : Prof. Dr. Ir. Sahid Susanto, MS
2015 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIANIrigasi dalam kegiatannya untuk memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian beririgasi yang sangat di perlukan oleh para petani, oleh karena itu diperlukan serangkai kegiatan untuk mengelola jaringan irigasi dengan Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi (O&P). Kelembagaan jaringan irigasi selaku instusi yang memfasilitasi dalam semua kegiatan O&P irigasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif hasil kerjasama antara Kementrian PU dan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada yang akan berfokus pada seberapa besar pengaruh kelembagaan irigasi O&P. Penilaian kinerja kelembagaan irigasi berdasarkan pada: Organisasi Personalia (Indikator Input), Prosedur Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi (Indikator Proses), dan Keberhasilan Manajemen dan Kepuasan Petani (Indikator Output) yang dilakukan pada wilayah kerja UPT Jeruk Legi, wilayah kerja UPT Sumpiuh dan wilayah kerja UPT Kroya. Dari hasil perhitungan, wilayah kerja UPT Kroya relalatif paling baik (3,09) dibandingkan dengan UPT Jeruk Legi (2,78) dan UPT Sumpiuh (2,96). Kelengkapan struktur organisasi dan kualitas mutu (SDM) (indikator input) lembaga UPT berpengaruh dalam kegiatan wilayah kerja UPT. Keaktifan dalam RTT, RPA, dan Pembagian Air lalu kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi (indikator proses) menjadi penilaian terbesar terhadap hasil kinerja kelembagaan jaringan irigasi. Dari 3 wilayah UPT kelembagaan irigasi kinerja pengelolaan jaringan irigasi dalam kategori baik, walaupun ada sebagian kecil kurang terpuaskan karena belum tercukupkan dan belum tepat waktu (indikator output) terutama pada bagian hilir jaringan. Keaktifan kelembagaan irigasi merupakan faktor utama keberhasilan pelayan air kepada petani, kinerja kelembagaan irigasi yang baik akan menghasilkan kepuasan pelayan air.
Irrigation as an activity in supplying water to irrigated land is essential to farmers, so Operation and Maintenance (O&M). of the irrigation tunnels, pipes or streams are needed. Irrigation institution or cooperation is the one who is responsible in providing all irrigation operation and maintenance services. The thesis is a qualitative research, a collaboration between PU Government and the Faculty of Agriculture Technology of Gadjah Mada University, which focuses on how big the influence of irrigation institution toward O&M. the assestments of the performances are made based on: Organization Personnel (Input Indicator), Operation and Maintenance Procedure in Irrigation (Process Indicator), and Management's Achievment and Farmers's satisfaction (Output Indicator) which has been conducted in the work area of UPT Jeruk Legi, UPT Kroya, and UPT Sumpiuh. Based on research calculation, UPT Kroya is relatively the best (3,09) compared to UPT Jeruk Legi (2,78) and UPT Sumpiuh (2,96). The quality of organization personnel (human resources) (Input Indicator) of UPT influences the O&M activities. Activities in RTT, RPA, supplying water and also irrigation maintenance (Process Indicator) becomes the most essential point in assessing the performance if irrigation institution. The performance of those three UPT are good, even through there are some complains from small parts of the farmers who has irrigated land located far from the irrigation main chanel. The findings of this research shows that the active involvement of the irrigation institution is decisive in supplying water to irrigated land for the farmers, and a good performance from the irrigation institution affects farmers satisfaction to the water supply.
Kata Kunci : Irigasi, O&P Jaringan Irigasi, Kelembagaan Irigasi / Irrigation, O&M Irrigation, Irrigation Institution