HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUPERVISOR (ATASAN) DAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA
OKTAFIANI BAYU RINI, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D
2015 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIKualitas kehidupan kerja adalah suatu persepsi pegawai berdasarkan pengalaman yang telah didapat yang berorientasi pada keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial supervisor (atasan) dan kecerdasan emosi dengan kualitas kehidupan kerja pada pegawai negeri sipil di Kab. Sleman, Yogyakarta. Sampel penelitian adalah 100 pegawai negeri sipil tetap di kantor dinas Kab. Sleman, Yogyakarta yang berada pada golongan II dan III. Analisis regresi berganda menunjukkan adanya hubungan yang signifiikan antara dukungan sosial supervisor (atasan) dan kecerdasan emosi dengan kualitas kehidupan kerja pegawai negeri sipil Kab. Sleman, Yogyakarta (p=0,001). Hasil sumbangan efektif dari kedua variabel tersebut adalah 13,9% dengan masing-masing variabel memberikan sumbangan efektif terhadap kualitas kehidupan kerja yaitu dukungan sosial supervisor (atasan) sebanyak 8,4% dan kecerdasan emosi sebanyak 5,5%. Analisis tambahan berupa faktor demografis yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas kehidupan kerja ditinjau dari jabatan dengan p=0,017 (p<0,05).
Quality of Work Life is employee perception based on experience that has been gained oriented balance between productivity and subjective well being. This study aimed to determine the relationship between social supervisory support and emotional intelligence with quality of work life among government employees in Kab. Sleman, Yogyakarta. Research samples in this study were 100 civil servant employees which is in category II and III. Multiple regression analysis showed association between social supervisory support and emotional intelligence with quality of work life (p=0,001). The results of effective contribution of two variables was 13,9%. Social supervisory support contributed 8,4% and emotional intelligence accounted for 5,5%. Additional analyzes were carried out in the form of demographic factors indicate that there are differences in quality of working life in terms of job position with p=0,017 (p<0,05).
Kata Kunci : Kata kunci: dukungan sosial, dukungan supervisor (atasan), kecerdasan emosi, kualitas kehidupan kerja, pegawai negeri sipil. /Keywords: social support, supervisory support, emotional intelligence, quality of work life, government employee.