Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
YUDHA WAHYU PRATAMA, Dr. Samodra Wibawa
2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Pulau Maratua memiliki letak yang strategis karena merupakan salah satu dari 92 pulau-pulau kecil terluar sehingga perlu adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagai pulau kecil, Pulau Maratua memiliki keunikkan serta kespesifikan alam. Hal tersebut merupakan modal utama dalam pengembangan pariwisata. Akan tetapi, Pulau Maratua memiliki daya dukung sumber daya alam yang terbatas. Di sisi lain, masyarakat lokal juga memanfaatkan sumber daya alam tersebut. Ekowisata berbasis masyarakat menjadi model pengembangan wisata yang tepat untuk diterapkan di Pulau Maratua. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan yang tepat dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pulau Maratua. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif dengan teknik analisis kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, focus group discussions (FGD), dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan Analisis SWOT, yaitu membandingkan antara faktor internal dan eksternal dalam bentuk matriks EFAS dan matriks IFAS dengan melakukan pembobotan sehingga menghasilkan nilai skor. Nilai pembobotan ini didapatkan dari hasil FGD. Hasil dari matriks EFAS/IFAS menjadi titik koordinat dalam Diagram SWOT. Untuk mengetahui hubungan dan keterkaitan dari berbagai faktor internal dan eksternal disajikan dalam bentuk Matriks SWOT. Dari hasil analisis akan ditarik kesimpulan bagaimana strategi pengembangan yang tepat dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pulau Maratua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor tertimbang untuk analisis internal adalah -0,13 dan skor tertimbang untuk analisis eksternal adalah 0,28. Berdasarkan komposisi ini, maka Pulau Maratua berada di Kuadaran III dalam diagram SWOT. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pulau Maratua mempunyai situasi yang tidak begitu buruk karena masih memiliki peluang walaupun masih terdapat kelemahan internal. Pada posisi ini strategi yang digunakan adalah turn around strategy. Alternatif yang digunakan dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pulau Maratua lebih menerapkan strategi WO (weakness-opportunities), yaitu : 1) penataan kawasan wilayah Pulau Maratua, 2) penguatan kapasitas masyarakat, fasilitas pendukung dan kelembagaan masyarakat. Saran yang dapat diberikan adalah: 1) perlu adanya fasilitator yang berkompeten dan turun langsung ke masyarakat secara intens untuk memfasilitasi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Pulau Maratua; 2) perlu adanya penanganan yang terpadu antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar tercipta lingkungan yang kondusif dan tidak tumpah tindih kewenangan.
Maratua has a strategic location because it is one of 92 outer islands thus a need to increase the welfare. As a small island, Maratua has the uniqueness and specificity of nature. That is the main capital in tourism development. However, Maratua has a carrying capacity of natural resources are limited. But, local communities also exploit the natural resources. Community-based ecotourism into proper tourist development model to be applied in Maratua. The purpose of this study is to formulate appropriate development strategies in the development of community-based ecotourism in Maratua. This study used a descriptive method with qualitative analysis techniques. Data were collected through observation, interviews, focus group discussions (FGD), and documentation. The data obtained will be analyzed using SWOT analysis, is a comparison between the internal and external factors in the form of a matrix EFAS and IFAS by weighting matrix resulting in a score. This weighting value obtained from the FGD. The results of the matrix EFAS / IFAS be the coordinates in a SWOT diagram. To determine the relationship and linkage of the various internal and external factors is presented in the form of a SWOT matrix. From the results of the analysis will be concluded how appropriate development strategies in the development of community-based ecotourism in Maratua. The results of this study indicate that the weighted scores for internal analysis is -0.13 and weighted scores for external analysis is 0.28. Based on this composition, then Maratua is in quadrant III in SWOT diagram. This suggests that the development of community-based ecotourism in Maratua have a situation which is not so bad because it still has a chance even though there are internal weaknesses. In this position the strategy used is turn around strategy. Alternatives are used in the development of community-based ecotourism in Maratua more strategy WO (Weakness-opportunities), namely: 1) the arrangement of regions Maratua region, 2) strengthening the capacity of communities, support facilities and public institutions. Advice can be given are: 1) the need for a competent facilitator and go straight to the intense community to facilitate the development of community-based ecotourism in Maratua; 2) the need for an integrated management between the central government and local governments to create a conducive environment and not overlapping authority.
Kata Kunci : Ekowisata Berbasis Masyarakat, Analisis SWOT, Strategi Pengembangan