PENGARUH TAKARAN KOMPOS BLOTONG DAN LAMA PENYIMPANAN BUDCHIP TERHADAP PERTUMBUHAN AWAL BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.)
RIVANDI PRANANDITA PUTRA, Prof. Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc. ; Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 AGRONOMIPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari kombinasi perlakuan takaran kompos blotong dan lama penyimpanan budchip sehingga diketahui takaran kompos blotong yang cocok dan lama penyimpanan budchip yang optimal untuk pertumbuhan awal bibit tebu. Penelitian ini merupakan penelitian pot, dilakukan di Kebun Percobaan Tridharma, Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada di Banguntapan, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 6 Februari hingga 1 Mei 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan percobaan faktorial 4 x 4, dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 3 ulangan. Faktor pertama adalah lama penyimpanan budchip yaitu perlakuan penyimpanan 0 (kontrol), 1, 2, dan 3 hari, sedangkan faktor kedua adalah takaran kompos blotong, yaitu perlakuan 0 kg (kontrol), 1,67 kg, 3,33 kg, dan 5 kg.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tumbuh tanaman menurun seiring dengan lamanya waktu penyimpanan budchip. Persentase daya tumbuh budchip yang disimpan 0, 1, 2, dan 3 hari berturut-turut sebesar 100%, 100%, 44,44%, dan 0%. Budchip memiliki keterbatasan berupa cadangan makanan yang sedikit dan terdapat jaringan terbuka yang luas pada bekas pemotongan sehingga persentase perkecambahan budchip cepat menurun apabila tidak segera ditanam. Berdasarkan hasil pengamatan tanaman sampel, tidak terdapat interaksi antara perlakuan lama penyimpanan budchip dengan takaran kompos blotong pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah ruas batang, panjang ruas batang, dan jumlah anakan pada umur 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 mst. Berdasarkan hasil pengamatan tanaman korban 12 mst, terdapat interaksi antara perlakuan lama penyimpanan budchip dengan takaran kompos blotong pada parameter berat segar tajuk dan berat kering tajuk, namun tidak terdapat interaksi pada parameter panjang akar, jumlah akar, berat segar akar, berat segar total, luas daun, berat kering akar, berat kering total, klorofil a, klorofil b, dan klorofil total. Berdasarkan hasil regresi pada tanaman sampel, dapat dilihat bahwa pengaruh takaran kompos blotong terhadap pertumbuhan awal bibit tebu untuk semua parameter (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah ruas batang, panjang ruas batang, diameter batang, dan jumlah anakan, panjang akar, jumlah akar, berat segar akar, berat segar total, luas daun, berat kering akar, berat kering total, klorofil a, klorofil b, dan klorofil total) mempunyai nilai r lebih besar dari 0,8 dan mendekati 1 sehingga artinya pengaruh media terhadap pertumbuhan bibit sangat erat. Peningkatan takaran kompos blotong yang diberikan memberikan hasil yang lebih baik pada semua parameter pengamatan dalam penelitian ini. Sementara itu, lama penyimpanan budchip yang menghasilkan bibit tebu dengan pertumbuhan terbaik adalah perlakuan simpan 1 hari.
This research aimed to determine the effect of combination of blotong dosage and interval of sugarcane budchip storage, so the storage time for planting budchip and the right blotong dosage could be known. This research was a pot experiment, done at Tridharma Research Field, Study Program of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada in Banguntapan, Bantul, Yogyakarta on February 6th until May 1st, 2014. This research was a factorial experimental design 4x4, with Randomized Completely Block Design (RCBD) 3 replications. The first factor was budchip storage period i.e. 0 (not stored), 1, 2, and 3 days, whereas the second factor was blotong dosage i.e. 0 (control), 1,67 kg, 3,33 kg, and 5 kg.The results showed that the early seedling growth of budchips decreased with storage. The percentage of seedlings of stored budchip in 0, 1, 2, and 3 days are 100%, 100%, 44.44%, and 0%. Budchip has various limitations such as low nutrient reserves and injury tissue therefore the percentage of germination decreased drastically if they are not planted immediately. There was no interaction between budchip storage period and blotong dosage on plant height, number of leaves, stem diameter, number of stem segments, length of stem segments, and number of tillers at the age of 2, 4, 6, 10, and 12 weeks after planting. There was interaction between budchip storage period and blotong dosage on fresh weight of canopy and dry weight of canopy, but there was no interaction between budchip storage period and blotong dosage on root length, number of roots, root fresh weight, total of fresh weight, leaf area, root dry weight, total dry weight, chlorophyll a, chlorophyll b, and total chlorophyll. Based on regression result, it can be concluded that the effect of blotong dosage to early sugarcane seedling for all parameters (plant height, number of leaves , number of stem segments , lengths of stem segments, stem diameter, and number of tillers, root length , number of roots , root fresh weight , total of fresh plant weight, leaf area, root dry weight, total of plant dry weight, chlorophyll a , chlorophyll b, and total chlorophyll) have r value greater than 0,8 and close to 1 so it means that the effect of media on the growth of the seedlings are very closely.
Kata Kunci : takaran kompos blotong,lama penyimpanan budchip, budchip tebu, pertumbuhan awal bibit