Laporkan Masalah

Manajemen Festival Film Berbasis Independen: Studi Kasus Piala Maya 2014

CATRA NANDIWARDHANA, Dr. Novi Kurnia, M.Si, M.A.

2015 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Festival film dengan berbagai ragam dan karakteristiknya kini telah menjadi bagian penting dalam peta perfilman tanah air. Fungsi utamanya sebagai wahana alternatif pengeksibisian film juga menjadikan festival film sebagai salah satu pemain utama dalam aspek distribusi dan apresiasi. Saat ini, ketika tidak diperlukan lagi izin dari pemerintah untuk mengadakan festival film, makin banyak pihak-pihak, baik perseorangan, kelompok maupun instansi yang menyelenggarakan festival film. Salah satunya adalah Piala Maya yang diinisiasi oleh perseorangan. Peneliti pun tertarik untuk melihat bagaimana proses manajemen penyelenggaraan Piala Maya 2014. Tujuannya adalah untuk mengetahui proses manajerial Piala Maya 2014, yang seperti hampir mayoritas festival film di Indonesia lainnya, dilakukan secara independen. Piala Maya 2014 dipilih karena keunikan asal-usulnya yang muncul dari perkembangan kegiatan apresiasi film di media sosial (Twitter). Disamping itu, sebagai festival film, Piala Maya 2014 cakupannya nasional meskipun penyelenggaraannya berbasis independen. Maksud dari manajemen berbasis independen dalam penelitian ini adalah proses manajemen yang tidak melibatkan dukungan dalam bentuk apa pun dari pemerintah maupun korporat besar. Oleh karena itu, metode penelitian yang dipakai adalah studi kasus mengingat proses manajemen penyelenggaraan Piala Maya 2014 masih berlangsung ketika penelitian dilakukan. Tidak ada teori manajemen yang secara khusus membahas tentang proses manajemen berbasis independen.Kendati penyelenggara Piala Maya melakukan empat fungsi manajemen menurut Ricky W. Griffin (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengontrolan), namun pada praktiknya tidak dijalankan sesuai alur dan masih menerapkan management by sense. Wujud independensi dalam proses manajemen penyelenggaraannya paling terlihat pada tahap pendanaan dan proses penjurian film.

Film festivals, with their various characteristics have now become an important part in Indonesia's film industry map. Its main function as an alternative place to exhibit the film also makes the film festival as one of the major players in both distribution and appreciation aspect. Currently, when a government permission no longer needed to hold a film festival, there are more parties, whether individuals, groups or institutions, starts to organize their own film festival. One of them is Piala Maya which initiated by individuals. Researchers were interested to see how the process of the management of Piala Maya 2014. The goal was to determine the managerial process of Piala Maya 2014, which like almost the majority of the other film festival in Indonesia, conducted independently. Piala Maya 2014 chosen as this research's object because of its unique origin, arising from the development of film appreciation activities in social media (Twitter). In addition, Piala Maya 2014 considered as a national film festival despite the implementation independent. The meaning of the term 'independent-based management' in this research is the management process that does not involve any form of support from government or large corporate. The refore, the research method used is a case study considering the management processes of Piala Maya 2014 is still in progress when the research is done. There is no theory of management that specifically discusses the process of independent-based management. Although Piala Maya organizers perform the four functions of management by Ricky W. Griffin (planning, organizing, leading, controlling), but in practice it does not run with the tracks and during the research it is found that the organizer still implement management by sense. The form of independence in the management process is most visible in the funding stage and movie judging process.

Kata Kunci : apresiasi film, festival film, manajemen berbasis independen

  1. S1-2015-299602-abstract.pdf  
  2. S1-2015-299602-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-299602-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-299602-title.pdf