Pesan Moral dalam Iklan Politik (Analisis Semiotik Pesan Moral dalam Iklan Politik Gita Wirjawan tahun 2013-2014)
DEVITA NUR ASRI PRATIWI, Wisnu Martha Adiputra S.IP, M.Si ; Adam Wijoyo Sukarno S.IP, M.A
2015 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIKehadiran iklan politik menjadi hal yang tak bisa dipisahkan dari pemilu. Selama pemilu ada, maka iklan politik juga akan tetap ada. Meskipun sekilas hampir mirip dengan iklan produk, namun sebenarnya iklan politik memiliki tugas yang lebih berat, karena berfungsi untuk membangun image partai dan kandidat yang beriklan, demi mendapatkan simpati dari masyarakat. Diantara derasnya persaingan iklan-iklan politik yang muncul menjelang pemilihan umum pada 2014 lalu, iklan Gita Wirjawan menjadi salah satunya. Dari berbagai iklan politik yang beredar di televisi menjelang pemilu 2014, iklan Gita Wirjawan memiliki perbedaan dengan iklan-iklan politik lainnya. Dalam iklannya, Gita Wirjawan sama sekali tidak memberikan janji-janji perubahan, maupun ajakan kepada masyarakat untuk mendukungnya. Menggunakan tagline Berani Lebih Baik, dalam setiap versi iklannya Gita menampilkan cerita-cerita inspiratif tentang keberanian orang-orang untuk melakukan perubahan hidup menjadi lebih baik. Lebih dari sekedar promosi, iklan-iklan Gita Wirjawan menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. Sikap-sikap seperti keberanian, kemandirian, bertanggung jawab, hingga kejujuran berusaha disampaikan Gita Wirjawan dalam setiap iklannya. Tujuannya, agar iklan politik tidak hanya sekedar ajang promosi, tetapi juga menjadi sebuah alat untuk mengedukasi masyarakat. Melalui kode, tanda, dan makna, pesan-pesan dalam iklan Gita Wirjawan dianalisis untuk mengetahui seperti apa pesan moral ditampilkan dalam iklan.
The presence of political advertising could not be separated from election. As long as election does exist, political advertising will be there. Altoughit looks like product advertising, but political advertising actually has more difficult job, because its function to build party or candidate's image, in order to get sympathy from society. Between the swift competition by political advertisement towards 2014 election, Gita Wirjawan's advertisement become one of them. Among various political advertising that appears in television towards 2014 election, Gita Wirjawan's political advertising having the difference with another political advertising. In his ads, Gita Wirjawan absolutely not giving the promise of change or persuate society to support him. Using tagline Berani Lebih Baik, in his every version of political advertising Gita featuring inspirational story to audience about people's fearless to change their life into better. More than just a promotion, Gita Wirjawan's advertising delivering moral messages to audience. The attitudes such as bravery, independence, responsible until honesty are trying to be delivered by Gita Wirjawan in his every political advertising. The goal, so that political advertising are not only become a promotion, but also become a tool to educate society. Through the code, sign, and meaning, all of messages in Gita Wirjawan's advertising analyzed in order to understand how moral messages showed in advertisement.
Kata Kunci : Advertising, Political Advertising, Moral