Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa Pertanahan secara Mediasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul pada Tahun 2014
FRISKA ARIESTA ARITEDI, Prof.Dr. Nurhasan Ismail, S.H., M.Si.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMSeiring dengan berkembangnya suatu masyarakat, sengketa pertanahan semakin meningkat. Penyelesaian sengketa pertanahan secara mediasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Pengkajian dan Penanganan Kasus Pertanahan. Dalam pelaksanaannya Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul menghadapi beberapa hambatan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan yuridis empiris yaitu penelitian hukum dengan cara pendekatan fakta yang ada kemudian dikaji dan ditelaah berdasarkan peraturan perundang-undangan terkait untuk memecahkan masalah. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan metode wawancara. Data yang diperoleh kemudian disusun dan dianalisis secara kualitatif. Selanjutnya data tersebut diuraikan secara deskriptif. Hasil dari penelitian hukum ini adalah mediasi sengketa pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul dilaksanakan sesuai dengan ketentuan tersebut di atas, namun pada penerapannya terdapat beberapa kebijakan yang berbeda. Dalam pelaksanaannya, Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul menghadapi hambatan yang berasal dari para pihak yang bersengketa dan internal Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul sendiri.
As society becomes more advanced, the case of land dispute increases. Land dispute resolution through mediation in Bantul Region Land Office is held according to Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 2011 about Land Dispute Management, Observation, and Reconciliation. During the implementation, Bantul Region Land Office faces many problems. In this research, the author used a juridical - empirical approach which means a legal research by using a fact approach, and then it is examined and analyzed based on related legal and regulations as a reference to solve the problems. Data collection is done through study of literature and interviews. The data obtained in this study will be compiled and analyzed qualitatively. Furthermore, the data described descriptively. The result of this legal research is land dispute mediation in Bantul Region Land Office is done according to the regulation. However, there are variations in policy implementation. During the process, Bantul Region Land Office faces problems which come from disputants and Bantul Region Land Office itself.
Kata Kunci : Mediasi, Sengketa Pertanahan