Trombositopenia Berat Sebagai Faktor Prediktor Terjadinya Kematian pada Anak kurang dari 5 Tahun dengan Malaria falciparum, Malaria vivax dan Infeksi Gabungan Kedua Spesies Tersebut
DONNY RONALDO, dr Jeanne Rini P PhD SpA; dr Eggi Arguni, MSc, PhD, SpA
2013 | Tesis | S2 KEDOKTERAN KLINIK/MS-PPDSLatar Belakang: Terlepas dari perannya dalam hemostasis, trombosit juga mengambil bagian dalam mekanisme kekebalan, termasuk infeksi plasmodium. Trombositopenia umumnya ditemukan pada pasien dengan malaria dan hubungannya dengan mematikan hasil atau penyakit keparahan masih belum jelas. Selain itu, kebanyakan studi berasal dari daerah endemis malaria falciparum. Tujuan: Untuk mengetahui apakah trombositopenia berat bisa menjadi faktor risiko untuk balita dengan malaria memiliki komplikasi kematian. Metode: Kami melakukan penelitian kohort retrospektif untuk menentukan komplikasi kematian yang berhubungan dengan trombositopenia berat (trombosit hitung <50.000 / mm3)di bawah anak-anak berusia lima tahun dengan malaria di daerah endemis malaria falciparum dan vivax. Hasil: Dari April 2004 sampai Oktober 2011, data mengenai jumlah trombosit yang tersedia di 16.664 anak usia kurang dari 5 tahun dengan malaria yang datang ke rumah sakit setempat di Timika Papua, Indonesia. Dari anak-anak, 43,7% (7280)memiliki malaria falciparum, 43,3% (7216)memiliki malaria vivax, dan 13% (2168)memiliki infeksi campuran. Proporsi trombositopenia berat antara spesies 731 (10%), 549 (7,5%), dan 210 (9,7%)untuk malaria falciparum, malaria vivax, dan campuran infeksi masing-masing, dengan p <0,000. Trombositopenia berat pada anak-anak balita dengan malaria setiap dikaitkan dengan 2 kali (95% CI AOR 1,31-13,13, p <0,002)risiko yang lebih tinggi dari kematian. Kesimpulan: trombositopenia berat pada anak dengan malaria setiap jenis infeksi merupakan faktor risiko independen untuk kematian.
Background : Apart from its role in hemostasis, thrombocyte also take part in immune mechanism, including in plasmodium infections. Thrombocytopenia is commonly found in patients with malaria and its association with fatal outcome or diseases severity is still unclear. In addition, most studies are from falciparum malaria endemic areas. Objectives : To know whether severe thrombocytopenia could be a risk factor for under five children with malaria to have a complication : death Method : We conducted a retrospective cohort study to define complications (deaths) associated with severe thrombocytopenia (thrombocyte count <50.000/mm3 ) in under five year old children with malaria in an area endemic for falciparum and vivax malaria. Results : From April 2004 through October 2011, data on platelet counts were available in 16,664 children aged less than 5 years with malaria coming to a local hospital in Timika Papua, Indonesia. Of those children, 43.7% (7280) had falciparum malaria, 43.3% (7216) had vivax malaria, and 13% (2168) had mixed infections. The proportion of severe thrombocytopenia between species are 731 (10%), 549 (7,5%), and 210 (9,7%) for falciparum malaria, vivax malaria, and mix infection respectively, with p < 0.000. Severe thrombocytopenia in underfive children with any malaria is associated with 2 times (95%CI AOR 1.31 - 13.13, p<0.002) higher risks of deaths. Conclusion : Severe thrombocytopenia in children with malaria of any species of infections is an independent risk factor for deaths.
Kata Kunci : trombositopenia, malaria, kematian