Laporkan Masalah

Hubungan Antara Kadar Leptin dengan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Pinggang pada Remaja Laki-Laki dengan Obesitas di Kota Yogyakarta

PRITA RATNA ARDIANI, Dian Caturini Sulistyoningrum, B.Sc.,M.Sc ; dr. Mohammad Robikhul Ikhsan, M.kes, Sp.PD

2015 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Hubungan Antara Kadar Leptin dengan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Pinggang pada Remaja Laki-Laki dengan Obesitas di Kota Yogyakarta Prita Ratna Ardiani1, Dian Caturini Sulistyoningrum2, Mohammad Robikhul Ikhsan3 Latar belakang: Obesitas pada remaja penting untuk diperhatikan karena remaja yang mengalami obesitas 80% berpeluang untuk mengalami obesitas pada saat dewasa. Kejadian obesitas, khususnya obesitas sentral, merupakan fator risiko terjadinya sindroma metaboik dan penyakit kardiovaskuler.Tingkat obesitas dapat diukur dengan indeks massa tubuh (IMT) dan obesitas sentral diukur dengan lingkar pinggang.Leptin merupakan hormon yang disekresikan di jaringan adiposa dan terkait obesitas. Pada orang obes terjadi peningkatan kadar leptin. Penelitian ini dilakukan karena leptin dapat memprediksi kejadian obesitas dan komplikasinya, serta masih terbatasnya penelitian terkait leptin pada remaja di Indonesia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kadar leptin dengan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang pada remaja laki-laki dengan obesitas di Kota Yogyakarta Metode: Penelitian ini merupakan studi cross sectional dengan subjek penelitian adalah 31 siswa SMA laki-laki di Kota Yogyakarta. Setelah dilakukan pengukuran IMT dan lingkar pinggang, uji kadar leptin dilakukan dengan metode ELISA menggunakan kit human leptinDRG ELISA. Kemudian dilakukan uji korelasi pearsondan regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan kadar leptin dengan IMT dan lingkar pinggang dengan analisa statistik menunjukkan hubungan yang bermakna jika p<0,05 Hasil: Hasil uji leptin menunjukkan rata-rata kadar leptin pada siswa 31 SMA laki-laki di Kota Yogyakarta sebesar 7,07±3,37 ng/mL. Hasil analisa statistik menggunakan pearson correlationdan regresi linier sederhana menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara kadar leptin dengan IMT/U (r= 0,463; p<0,05) dan lingkar pinggang (r= 0,366; p<0,05) Kesimpulan:Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kadar leptin dengan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang pada remaja laki-laki dengan obesitas di Kota Yogyakarta Kata kunci: , Obesitas, obesitas sentral, kadar leptin, IMT, IMT/U, lingkar pinggang, remaja laki-laki 1 Mahasiswa Program Studi S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM 2 Program Studi S1 Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM 3Sub Bagian Endokrinologi, Bagian Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UGM

Correlation Between Leptin Level with Body Mass Index and Waist Circumference among Male Adolescent with Obesity in Yogyakarta City Prita Ratna Ardiani1, Dian Caturini Sulistyoningrum2, Mohammad Robikhul Ikhsan3 Background:Obesity in adolescent should be taken into account in medical world as they have 80% of chance to have obesity in their adulthood.Obesity, especially central obesity, is the risk factor of metabolic syndrome and cardiovascular disease. The level of obesity can be measured by Body Mass Index (BMI) and by waist circumference measurement as for central obesity.Leptin is a hormone which secreted in adipose tissue. There is an increasing of leptin level among obese people. The importance of this research because of leptin can become a marker of obesity and its complication, in addition there is limited research about leptin on adolescent in Indonesia. Objective: To investigate the correlation between leptin level with body mass index and waist circumference on male adolescent with obesity in Yogyakarta Method: This research is a cross-sectional study with thirty one of male high-school students in Yogyakarta as the research subjects. After the measurement of BMI and waist circumference was done, leptin level was measured using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) method by human leptin DRG ELISA kit. The next step is by having pearson correlation test to find out the correlation between leptin level with BMI and waist circumference with statistical analysis to show the significance if p < 0.05 Result:The result of Leptin test shows that the average leptin level on of male high-school students in Yogyakarta is 7,07±3,37 ng/mL. The result of statistical analysis using pearson correlation and simple linier regression test shows that there is a positive and significant correlation between leptin level and BMI (r= 0,463; p<0,05) and waist circumference (r= 0,366; p<0,05) Conclusion:There is a positive and significant relationship between leptin level with body mass index and waist size on male adolescent with obesity in Yogyakarta Key words: , Obesity, Central Obesity, Leptin Level, BMI, Waist Circumference, Male Adolescent 1 Student of Program Study on Health Nutrition, Faculty of Medicine UGM 2 Program Study of Health Nutrition, Faculty of Medicine UGM 3 Sub Departement of Endocrinology, Departement of internal medicine, Faculty of medicine UGM

Kata Kunci : Obesity, Central Obesity, Leptin Level, BMI, Waist Circumference, Male Adolescent