Divestasi Modal Sosial Masyarakat Pesisir dalam Upaya Penyelamatan Lingkungan di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah
BENNO LINTANG ABHINAWA WIDAGDA, Dra. Tri Winarni SP. SU
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Penelitian kali ini adalah upaya untuk mengidentifikasi divestasi modal sosial. Dalam hal ini peneliti mengambil divestasi modal sosial yang dialami oleh masyarakat pesisir dalam upaya penyelamatan lingkungan dengan berbagai cara dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak yang peduli dengan keselamatan lingkungan kawasan pesisir. Berbagai cara tersebut dilakukan dengan cara menanam pohon mangrove maupun pohon cemara, selain itu dengan pembuatan tanggul pemecah ombak. Namun berbagai masalah terjadi baik di tingkat pemerintah daerah setempat maupun di tingkat masyarakat sekitar. Mulai dari korupsi dan minimnya kesadaran masyarakat untuk bertindak bersama secara efektif dalam menyelamatkan kawasan pesisir dari terjadinya bencana abrasi. Interaksi sosial yang terjadi di Desa Tanggul Tlare cenderung pasif dan masyarakatnya masih berpikir idealis terhadap permasalahan kerusakan lingkungan yang dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Masyarakat melakukan pembiaran dengan tetap membuang limbah dan sampah sembarangan baik di sungai maupun di laut. Interaksi sosial yang kurang baik menimbulkan dampak yang kurang baik pula. Kendala seperti ini dapat menghambat upaya penyelamatan lingkungan. Modal sosial yang ada cenderung mengalami kemerosotan dan masyarakat tidak sadar dari dirinya sendiri melainkan dengan bantuan dari pihak lain diluar masyarakat. Berkurangnya modal sosial di masyarakat Desa Tanggul Tlare menjadi problema tersendiri di samping upaya penyelamatan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan merupakan studi kasus. Purposive sampling merupakan teknik peneliti untuk mendapatkan informan yang berkaitan upaya penyelematan lingkungan. Data yang didapat dari salah satu informan, kemudian ditriangulasikan dengan data dari informan yang lain serta dikuatkan dengan observasi di lapangan agar memperoleh data yang valid. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Masyarakat Desa Tanggul Tlare menjunjung kegotongroyongan dan kebersamaan dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Kegotongroyongan dan kebersamaan menjadikan modal sosial memiliki peranan tersendiri terhadap upaya penyelamatan lingkungan. Kerusakan lingkungan dapat mengarahkan masyarakat pesisir untuk menjalin kerjasama dengan pihak lain yang turut membantu dalam penyelamatan lingkungan kawasan pesisir ini. Upaya ini akan membantu masyarakat untuk menjalankan aktifitasnya sehari-hari tanpa rasa takut dengan bencana yang akan terjadi di depan mata. Modal sosial (social capital) yang dilakukan masyarakat selain melakukan upaya represif dalam memulihkan keadaan lingkungan kawasan pesisir juga memikirkan bagaimana upaya preventif yang dilakukan agar dampak yang dirasakan tidak separah yang telah terjadi. Hasil yang sudah dicapai masyarakat diantaranya adalah dengan melakukan penghijauan di kawasan pesisir pantai Desa Tanggul Tlare ditandai dengan adanya rasa saling percaya, jaringan,dan norma yang terbentuk dalam masyarakat. Saran bagi pemerintah daerah yang perlu dicermati ialah dengan terus menerus melakukan pemantauan dan pendampingan bagi masyarakat agar upaya penyelamatan dapat berjalan lancar dengan tetap mengutamakan kualitas dan kuantitas dalam pelaksanaan kegiatan.
The present study is an attempt to identify the divestment of social capital. In this case the researchers took the divestment of social capital experienced by coastal communities in an effort to save the environment in various ways to cooperate with the various parties concerned with the environmental safety of the coastal region. Various ways are done by planting mangrove trees and fir trees, in addition to the manufacture of dike breakwaters. However, various problems occur both at the local government level and at the level of the surrounding community. Start of corruption and lack of public awareness to act together effectively in saving the coastal area of the abrasion disaster. Social interactions that occur in Tanggul Tlare village passive and people still think idealistic to the problems of environmental damage is considered by the public eye. Communities do omission while disposing of waste and littering both in rivers and at sea. Social interaction is not good cause unfavorable impact anyway. Such constraints can hamper efforts to save the environment. Existing social capital tends to decline and the public is not aware of himself but with the help of other parties outside the community. Reduced social capital in the village of dikes Tlare into problems of its own in addition to efforts to save the environment. The method used in this study is a qualitative method and a case study. Purposive sampling is a research technique to obtain the informant related environmental rescue effort. The data obtained from one informant, then triangulation with data from other informants and confirmed by observation in the field in order to obtain valid data. This research was conducted at the Tanggul Tlare village, District Kedung, Jepara, Central Java. Tanggul Tlare village Community uphold mutual cooperation and solidarity in carrying out daily activities. Mutual cooperation and togetherness makes social capital has its own role to efforts to save the environment. Environmental damage can lead coastal communities to establish cooperation with other parties who helped in saving the environment of this coastal region. This effort will help the community to carry out daily activities without fear of disaster will happen in front of the eye. Social capital (social capital) are made public in addition to the repressive efforts in restoring the state of the environment of coastal areas are also thinking about how preventive efforts are made so that the impact is felt not as severe as had happened. The results that have been achieved by the community include reforestation in coastal areas Tanggul Tlare village is characterized by mutual trust, networks, and norms are formed in society. Suggestions for local governments that need to be observed is the continuous monitoring and assistance for people to be able to run smoothly rescue efforts while maintaining the quality and quantity in the implementation of activities.
Kata Kunci : Modal Sosial, Masyarakat Pesisir, Penyelamatan Lingkungan