Laporkan Masalah

TINGKAT LITERASI KESEHATAN DAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI POPULASI RURAL DAN URBAN

APRILIYA TRI H, dr. Guardian Yoki Sanjaya, M.HlthInfo;Harry Freitag L.M, S.Gz, M.Sc, Dietisien

2015 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang : Literasi kesehatan berkaitan dengan perilaku dan outcome kesehatan pada penyakit kronis diabetes melitus. Selain itu literasi kesehatan juga dihubungkan dengan area rural yang dicirikan penduduknya mempunyai literasi kesehatan yang terbatas dibandingkan dengan area urban. Seiring dengan meningkatnya prevalensi kejadian diabetes melitus tipe 2 di Indonesia dari tahun ke tahun, tingkat literasi kesehatan menjadi penting untuk diidentifikasi dalam hubungannya dengan manajeman diabetes melitus. Salah satu komponen manajemen diabetes melitus adalah perencanaan makan yang terdiri dari 3 J (jumlah, jenis, dan jadwal) yang merupakan komponen penting dalam mempengaruhi keberhasilan pengelolaan diabetes melitus. Keberhasilan pengelolaan diabetes melitus ditentukan oleh perilaku kesehatan yang diprediksi dipengaruhi oleh tingkat literasi kesehatan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui tingkat literasi kesehatan di populasi rural dan urban, (2) mengetahui kepatuhan diet di populasi rural dan urban, dan (3) mengetahui perbedaan tingkat literasi kesehatan dengan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus di wilayah rural dan urban. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Besar sampel adalah 143 orang yang memenuhi usia diatas 15 tahun dan didiagnosis menderita penyakit diabetes melitus 2 oleh tenaga kesehatan. Data pasien diabetes melitus diambil dari 3 puskesmas yang ada di Kecamatan Sleman. Hasil : Tingkat literasi kesehatan penderita diabetes melitus sebagian besar adalah rendah/terbatas (78,87% di rural dan 94,44% di urban). Sebagian besar penderita diabetes melitus tidak patuh terhadap jumlah asupan makan (77,46% di rural dan 81,94% di urban), jenis makan (52,36% di rural dan 47,62% di urban), dan jadwal makan (47,41% di rural dan 52,29% di urban). Ada perbedaan tingkat literasi kesehatan dengan status tinggal rural dan urban (p = 0,0279. Tidak ada hubungan antara kepatuhan diet (jumlah, jenis, dan jadwal) dengan status tinggal rural dan urban(p = 0,5390, p =0,6150, dan p = 0,2920). Ada perbedaan literasi kesehatan dengan kepatuhan jumlah dan jadwal di urban (p = 0,0088 dan p= 0,0120) dan ada perbedaan antara literasi kesehatan dengan kepatuhan jenis dan jadwal di rural (p = 0,0001 and p = 0,0027). Kesimpulan : Skor rerata literasi kesehatan yang lebih tinggi cenderung tingkat kepatuhannya lebih baik dibandingkan kelompok orang yang mempunyai skor literasi lebih rendah baik di populasi rural maupun urban. Sehingga jika dilakukan perbaikan terhadap tingkat literasi kesehatan pada penderita diabetes melitus ini, kemungkinan tingkat kepatuhan dietnya juga akan lebih baik.

Background : Health literacy has been widely associated with behaviors and health outcomes in patients with chronic disease such as diabetes mellitus. In addition, health literacy is also associated to rural areas which characterization of the population have limited health literacy compared with urban areas. Along with the increasing prevalence of type 2 diabetes mellitus in Indonesia from year to year, the level of health literacy is important to be identified in relation to the management of diabetes mellitus. One component of diabetes management is meal planning which manage meal portion, meal type, and meal schedule known as 3J Successful management of diabetes mellitus is determined by health behaviors which influenced by the level of health literacy. Objective : The aims of this study were (1) to determine health literacy in diabetes melitus in rural and urban populations, (2) to determine dietary adherence in diabetes melitus in rural and urban populations, and (3) to differences level of health literacy with dietary adherence in patients with diabetes mellitus in rural and urban populations. Method : This is an observational cross sectional study which involved 143 patients who were older than 15 years old and had type 2 diabetes mellitus. Diabetic patients were identified from the clinical database of 3 primary health care in Sleman district. Result : The result showed that the level of health literacy in diabetes mellitus are low/limited (78,87% in rural and 94,44% in urban). Morever, most of diabetic mellitus patients do not adhere to the portion control (77,46% in rural and 81,94% in urban), meal type (52,36% in rural and 47,62% in urban), and meal schedule (47,41% in rural and 52,29% in urban). There is a difference level health literacy with status of living in rural and urban area (p = 0,0279). There is no relationship between dietary adherence (amount, type, and schedule) with the status of living in rural and urban area (p = 0,5390, p =0,6150, and p = 0,2920). There is a difference level health literacy with amount and schedule diet adherence in urban area (p = 0,0088 and p= 0,0120) and there is a difference level health literacy with types and schedule diet adherence in rural area (p = 0,0001 and p = 0,0027). Conclusion : Diabetic patients with higher health literacy score tend to have a better of dietary adherence than patients with lower health literacy scores. So if imroving level of health literacy in patients with diabetes mellitus, the possibility of the level of dietary adherence will be better.

Kata Kunci : Health literacy, diabetes melitus, diet adherence, rural, urban

  1. S1-2015-317146-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317146-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317146-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317146-title.pdf