Laporkan Masalah

Peran Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Dalam Melakukan Pembimbingan Terhadap Anak Yang Memperoleh Pembebasan Bersyarat (Studi di Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta)

SENATOR BORIS P, Niken Subekti Budi Utami, S.H., M.Si

2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUM

Penelitian Hukum berjudul Peran Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Dalam Melakukan Pembimbingan Terhadap Anak yang Memperoleh Pembebasan Bersyarat (Studi di Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta) bertujuan untuk mengetahui peran Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta dalam melakukan pembimbingan terhadap anak yang memperoleh pembebasan bersyarat. Penelitian ini dilakukan dengan mengacu 2 (dua) pokok permasalahan, yaitu: 1. Bagaimanakah peran Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta dalam melakukan pembimbingan terhadap anak yang memperoleh pembebasan bersyarat berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak?; 2. Apa hambatan yang dihadapi Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta dalam melakukan pembimbingan terhadap anak yang memperoleh pembebasan bersyarat? Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah normatif-empiris. Dalam penelitan ini, penulis meneliti bahan hukum pustaka dan melakukan observasi langsung ke lapangan berkaitan dengan obyek yang diteliti, melakukan wawancara dengan para narasumber yang memiliki kesesuaian bidang dan pengetahuan dengan obyek yang diteliti. Pendekatan dalam penelitian ini mengunakan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan komparatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dimana data diambil hanya yang bersifat khusus berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Kemudian data tersebut dianalisis secara tepat untuk menjawab permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini, peran Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta dalam melakukan pembimbingan terhadap anak yang memperoleh pembebasan bersyarat dibagi menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu 1. Pra pembimbingan klien anak, meliputi penerimaan dan pendaftaran; 2. Proses pembimbingan klien anak, meliputi membuat Laporan Penelitian Kemasyarakatan (LITMAS), menyusun program bimbingan (kepribadian dan kemandirian), melaksanakan program bimbingan dan mengevaluasi keseluruhan hasil pelaksanaan program bimbingan; 3. Pengakhiran pembimbingan klien anak, meliputi membuat surat keterangan pengakhiran masa bimbingan klien anak yang telah selesai. Hambatan yang dihadapi Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta dalam melakukan pembimbingan terhadap anak yang memperoleh pembebasan bersyarat adalah lokasi bimbingan (rumah) klien anak yang jauh, minimnya peran orang tua dalam proses pembimbingan, keterbatasan wewenang pembimbing kemasyarakatan, dan minimnya mitra kerja sama dalam membantu Pembimbing Kemasyarakatan melaksanakan pembimbingan.

The legal research entitled The Role of Balai Pemasyarakatan (BAPAS) on Counseling Children Who Received Parole (Case Study in Balai Pemasyarkatan Kelas I Yogyakarta) is purposed to know the rule of Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta on counseling children who received parole. This research is done in accordance of two problematic points, which are : 1. How is the role of Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta on counseling children who received parole based on Act Number 3 of 1997 about Children Court and Act Number 11 of 2012 on Children Criminal Justice System?; 2. What are the obstacles faced by the Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta on counseling childrens\ who received parole? The method of the research that used by writer is normative-empiric. In this research, writer study literature materials and observed directly to the field that has relation with the object that being researched, made interview with informants with suitability skills and knowledge about the object that is being researched. The approached in this researched is using the statue approach and comparative approach. Data analysis in this research is using descriptive-qualitative method, where only a specific data which deals with the problems studied is taken. Then the data is appropriately analyzed to answer the problems that is being researched. The results of this research, the roles of Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta on counseling children who received parole divided into 3 steps, which are : 1. Pre-counseling the children, consist of acceptance and registration; 2. During counseling the children, consist of making case work, arrange counseling program (personality and self-sustained), implementing the counseling program and to evaluate the whole result of the counseling program; 3. Post- counseling, consist of making a testimonial about the counseling of the children that have finished. The obstacles faced by the Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta on counseling children who received parole are the children location (house) is far, lack of parents contribution on counseling process, limited authorithy of community mentors and the lack of partnership in helping community mentors to perform counseling.

Kata Kunci : Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta, Pembimbingan, Pembebasan Bersyarat