ANALISIS YURIDIS IMPLIKASI EKSISTENSI ORGANISASI ADVOKAT TERHADAP PENGAMBILAN SUMPAH ADVOKAT DI PENGADILAN TINGGI YOGYAKARTA
DEWA GEDE GIRI SANTOSA, Hasrul Halili, S.H., M.A.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMOrganisasi advokat sebagai wadah profesi advokat belakangan mengalami permasalahan karena banyaknya organisasi advokat yang secara de facto ada di Indonesia, sehingga penulisan hukum ini dibuat untuk membahas mengenai eksistensi organisasi advokat ditinjau secara yuridis dan mengenai implikasinya terhadap pengambilan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi Yogyakarta. Tulisan ini menggunakan metode normatif empiris, yakni selain dengan melakukan studi kepustakaan juga dilakukan penelitian ke lapangan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penulisan ini adalah berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, Indonesia menganut organisasi advokat yang bersifat tunggal dengan sistem keanggotaannya wajib bagi seluruh advokat di Indonesia, yang mana berdasarkan ketentuan yang ada dalam undang-undang tersebut telah terpenuhi di salah satu organisasi advokat yang ada, namun hal tersebut tidak secara penuh mempengaruhi pengaturan pengambilan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi karena sumpah advokat dilakukan tanpa memandang organisasi advokatnya tapi hanya memperhatikan usul pengambilan sumpah diajukan oleh siapa.
Bar Association (an organization of lawyers) latter facing problems due to, in fact, the vast amount of bar associations in Indonesia, in which this thesis was made to discuss about the existence of those bar associations based on legal perspective and its impact to the lawyers' vow taken in the High Court of Yogyakarta. This thesis uses a normative-empiric method, which conduct not only literature study but also field research. The result is, based on Act No. 18 Year 2003 on Advocate, Indonesia adheres a system that allowed only one bar association to be existed with a compulsory membership to all lawyers in Indonesia, on which (in accordance to Act No. 18 Year 2003) had been fullfilled just in one of the existing bar. However, it is not fully affect the regulation on a lawyer's vow taken in High Court, since it has no consideration about the origin (in terms of bar association) but only concerned on who was applying for the vow.
Kata Kunci : organisasi advokat, sumpah advokat