Laporkan Masalah

ANALISIS PEMBIAYAAN PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK BERSUMBER PEMERINTAH DENGAN PENDEKATAN DISTRICT HEALTH ACCOUNTS (DHA) DI KABUPATEN CILACAP PROPINSI JAWA TENGAH

TRI SURATNO, Prof. dr. Djaswadi Dasuki, MPH, Sp.OG(K), Ph.D; Dr. drg. Yulita Hendrartini, M.Kes

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Permasalahan pembiayaan kesehatan di Indonesia adalah kecukupan, efisiensi dan efektivitas. Dalam rangka mencapai target MDG’s Kab. Cilacap masih dihadapkan pada isu pembiayaan kesehatan, serta status kesehatan ibu dan anak. Alokasi pembiayaan sektor kesehatan menunjukkan tren yang meningkat, namun belum diikuti dengan peningkatan status kesehatan ibu dan anak. Informasi pembiayaan program KIA belum tersedia secara rinci dan lengkap. Diperlukan District Health Account (DHA) untuk menggambarkan aliran pembiayaan program KIA di Kab. Cilacap secara komperehensif. Tujuan : Mendeskripsikan aliran pembiayaan program KIA bersumber pemerintah secara sistematis, meliputi sumber pembiayaan pemerintah kabupaten, pengelola anggaran, penyedia pelayanan, jenis kegiatan, jenis program, jenjang kegiatan, dan penerima manfaat, serta mengidentifikasi kinerja pembiayaan dari aspek efektivitas dan efisiensi. Metode : Jenis penelitian deskriptif menggunakan data kuantitatif. Instrumen penelitian berupa lembar isian, dan analisa data menggunakan pivot table dan DEA frontier. Hasil : Pembiayaan program KIA bersumber pemerintah kabupaten meningkat dari (48-50%). Dinas Kesehatan Kabupaten mengelola sebagian besar anggaran (64%), diikuti RSUD (27%). Kedua lembaga tersebut sekaligus sebagai penyelenggara pelayanan dengan alokasi anggaran terbesar, masing-masing 44% dan 27%. Pemanfaatan pembiayaan didominasi untuk kegiatan langsung, yaitu kegiatan langsung UKM (55%) dan UKP (41%), dimana sebagian besar merupakan pengeluaran operasional (97%). Program penunjang merupakan pengeluaran terbesar (55%). Sebagian besar anggaran dibelanjakan di tingkat kabupaten (72%), dengan penerima manfaat terbesar kelompok ibu (45%) dan pegawai (45%). Pembiayaan program KIA antara tahun 2012 dan 2013 memiliki tingkat efisiensi yang sama (tidak ada yang lebih efisien), disisi yang lain tidak efektif didalam pencapaian indikator cakupan maupun indikator dampak. Kesimpulan : Sumber pembiayaan pemerintah kabupaten meningkat. Sebagian besar pembiayaan digunakan untuk kegiatan langsung, dan biaya operasional kegiatan. Tingkat efisiensi implementasi pembiayaan antara tahun 2012 dan 2013 setara, dan tidak efektif dalam pencapaian indikator cakupan maupun indikator dampak.

Background : A problem of health finance in Indonesia was about sufficiency, efficiency and effectivity. In order to achieve MDG’s, District Cilacap also still faced issues of health finance, and maternal and child health status. Health budget allocation showed increasing trend, but has not been followed by increase in maternal and child helath status. Information on MCH program budget was not available in detail and complete yet. It was need of District Health Account (DHA) to depict the flow of fund in MCH program in Cilacap District comprehensively. Objectives: To describe the flow of fund in MCH program finance sourced from government systematically, including financing sources, financing agents, providers, type of activities, type of programs, level of activity, beneficiaries, and identify the budget performance from effectivity and efficiency aspects. Methods: This was descriptive study used quantitative data. Data were analyzed using health account and DEA methods. Results: Sources of financing from district government increased but non dominant (48-50%). District Health Official managed most of that budget (64%), followed by District Hospital (27%). Both institutions all at once is health service provider with greatest budget allocation was 44% and 27% respectively. Expenditure was dominated by direct activities, that was public health care direct activities (55%) and personal health care (41%), where in the majority was for operational expenditure (97%). Supporting program was greatest expenditure (55%). Most of budget was expensed in district level (72%), with the greatest beneficiaries was women group (45%) and staff (45%). Health finance for MCH program in 2012 compared to 2013 have the same level of relative efficiency nothing is more efficient among, in other side was not effective to achieve coverage and impact indicators. Conclusion: The financing source from local governments increased. Proportion of financing in MCH program was predominated for direct activities and operational cost of the activities. Financing implementations have the same level of relative efficiency, and ineffective to achieve coverage of program.

Kata Kunci : Progam KIA, District Health Accounts (DHA), Kinerja Anggaran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.