ANALISIS PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP SISTEM JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN KARYAWAN DI RUMAH SAKIT YAYASAN KRISTEN UNTUK KESEHATAN UMUM (YAKKUM)
LEONY G.LOPOLISA, S.E, Dr. drg. Yulita Hendrartini, M.Kes., AAK.; dr. Sugianto Adisaputra, Sp.S., M.Kes., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MAKLatar Belakang: Yakkum adalah lembaga sosial gerejawi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang bersifat preventif, kuratif dan edukatif melalui unitunit kerjanya yang terdiri dari Rumah Sakit, Balai Pengobatan, Unit Emergency, Unit Pengembangan Kesehatan Masyarakat (UPKM) atau community development dan Pusat Rehabilitasi. Agar pelayanan berjalan lancar dan kesejahteraan karyawan terjamin, Yakkum mempunyai program Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) karyawan yang ditujukan kepada seluruh karyawan dan keluarga serta pensiunan dan keluarganya, yaitu isteri atau suami yang sah dan 3 (tiga) orang anak. Namun dengan berjalannya waktu dan perkembangan pola penyakit, harga obat dan tenaga medis sekarang ini, beban Yakkum semakin berat dalam untuk membiayai kesehatan karyawan dan pensiunan. Disisi lain, pelaksanaan sistem JPK karyawan dianggap tidak terkendali akibat dari tidak adanya pengawasan dan evaluasi. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan rancangan studi kasus tunggal holistik yaitu untuk mempelajari bagaimana sebenarnya persepsi para stakeholder, yang terdiri dari Pengurus Yakkum, Direktur Pelaksana Yakkum, Direktur RS Yakkum dan karyawan Yakkum. Untuk mengetahui persepsi para stakeholder tersebut, peneliti menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam metode wawancara mendalam. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa JPK karyawan yang diberikan kepada karyawan dan pensiunan diseluruh jajaran kerja Yakkum sangat dibutuhkan, agar karyawan dapat bekerja dengan tenang. JPK karyawan merupakan tanggungjawab Yakkum selaku lembaga pemberi kerja. Namun dalam pelaksanaannya sering terjadi over use karena tidak adanya pengawasan dan pengendalian. Kesimpulan: JPK karyawan Yakkum tidak lepas dari core bisnis Yakkum, yaitu kesehatan. Yakkum melalui rumah sakitnya, bertanggungjawab memberikan ketenangan dan kenyamanan berupa pelayanan kesehatan bagi seluruh karyawan dan keluarganya serta pensiunan dan keluarganya
Background: Yakkum is a social institution ecclesiastical which is engaged in health care which is preventive, curative and educational work through units consisting of Hospital, Medical Center, Emergency Unit, Public Health Development Unit (UPKM) or community development and Rehabilitation Center. So that the service runs smoothly and employee benefits guaranteed, Yakkum have Health Insurance program (JPK) employees devoted to all employees and families and retirees and their families, which is a legitimate wife or husband and 3 (three) children. But with the passage of time and the development of disease patterns, the prices of medicines and medical personnel present, the heavier the burden Yakkum in to finance the health of employees and retirees. On the other side, implementation of Health Insurance program employees are considered uncontrolled result of the lack of oversight and evaluation. Method: This study using descriptive analysis with a holistic single case study design that is to learn how the actual perception of stakeholders, which consists of the Board Yakkum, Yakkum Managing Director, Director of Yakkum Hospital and employees Yakkum. To determine the perceptions of stakeholders, researchers used the questions are arranged in-depth interviews. Results: Results of this study indicate that Health Insurance employee programs provided to employees throughout the work area Yakkum is needed, so that employees can work in peace. Health Insurance program employee is a responsibility Yakkum as employer organizations. However, in practice often occur over use due to lack of supervision and control. Conclusion: Health Insurance program Yakkum employees can not be separated from the core business Yakkum, that is health. Yakkum through the hospital, responsible for providing tranquility and comfort with health care for all employees and their families as well as retirees and their families.
Kata Kunci : persepsi, stakeholder, jaminan pemeliharaan kesehatan, pengendalian biaya dan mekanisme pembayaran