PENGARUH BANGSA DAN BERAT POTONG TERHADAP KARKAS DAN NON KARKAS KELINCI DI DESA PURWOMARTANI, KALASAN, SLEMAN, D.I.YOGYAKARTA
LUKMAN ANDIKA, Prof. Dr. Ir. Nono Ngadiyono, MS
2015 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa dan berat potong terhadap karkas dan non karkas kelinci. Penelitian ini dilakukan di Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, D.I.Yogyakarta. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci Flemish Giant dan kelinci New Zealand masing-masing sebanyak 30 ekor. Masing-masing dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 ekor dengan berat potong lebih dari 2 kg dan 15 ekor dengan berat potong kurang dari 2 kg. Data yang dikumpulkan meliputi berat potong, karkas, daging, tulang, persentase karkas, daging, tulang, Meat Bone Ratio (MBR), darah, hati, kaki, kulit, kepala, jantung, ginjal, dan paru-paru. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansi pola faktorial (2x2). Hasil analisis menunjukkan bangsa kelinci Flemish Giant memiliki persentase karkas yang lebih tinggi daripada New Zealand, namun untuk persentase daging dan meat bone ratio lebih tinggi bangsa New Zealand daripada Flemish Giant. Untuk komponen non karkas dapat disimpulkan bahwa bangsa kelinci Flemish Giant memiliki persentase hati, kulit, kepala, jantung dan paru-paru yang lebih tinggi daripada bangsa kelinci New Zealand. Berat potong lebih dari 2 kg memiliki persentase karkas, daging, dan meat bone ratio yang lebih tinggi daripada berat potong kurang dari 2 kg. sedangkan berat potong kurang dari 2 kg memiliki persentase tulang, darah, hati, kaki, kulit, kepala, jantung, dan ginjal yang lebih tinggi daripada berat potong lebih dari 2 kg. Terdapat interaksi bangsa dan berat potong terhadap persentase daging, persentase tulang, meat bone ratio, persentase kulit, dan persentase paru-paru.
The aimed of the research was to study effect of rabbit breed and slaughter weight on carcass and non carcass in Purwomartani, Kalasan, Sleman, D.I.Yogyakarta. Rabbits used in this research was a Flemish Giant and New Zealand respectively as many as 30 heads. Each divided into two groups: 15 into above 2 kg slaughter weight and bellow 2 kg slaughter weight. Data collected was slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, meat weight, meat percentage, bone weight, bone percentage, meat bone ratio, blood percentage, liver percentage, leg percentage, skin percentage, head percentage, heart percentage, kidney percentage,and lung percentage. Data was analyzed by using variance analysis with completely random design 2x2 factorial. Result of analysis indicated that Flemish Giant had higher carcass percentage than New Zealand, but New Zealand had higher meat percentage and meat bone ratio than Flemish Giant. Above 2 kg slaughter weight had higher carcass percentage, meat percentage, meat bone ratio than bellow 2 kg slaughter weight. There were interaction between rabbit breed and slaughter weight on meat percentage, bone percentage, meat bone ratio, skin percentage, and lung percentage.
Kata Kunci : (Kata kunci: Bangsa kelinci, Berat potong, Karkas dan Non karkas)