Laporkan Masalah

ANALISIS PERSIAPAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2008 PADA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT dr. SOEHADI PRIJONEGORO KABUPATEN SRAGEN

DIDIK HARYANTO, dr.Tjahjono Kuntjoro .MPH.DrPh; dr. Sulanto Saleh Danu, SpFK

2015 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMR

Latar Belakang : Instalasi Farmasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro belum memiliki sistem manajemen mutu sebagai acuan aktifitas layanan, sehingga belum dapat diketahui seberapa jauh tingkat mutu pelayanannya. Hal ini berdampak pada kualitas pelayanan yang belum prima, Selain itu, RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen juga dihadapkan dengan tantangan untuk dapat melakukan pengelolaan mandiri dengan telah ditetapkannya PP No 38 tahun 2007 dan mengalami perubahan tipologi menjadi tipe B. Oleh karena itu, perlu dianalisis lebih lanjut mengenai penerapan sistem manajemen mutu untuk Instalasi Farmasi di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen sehingga dapat diperoleh kerangka sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 sebagai landasan pengembangan dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus bersifat deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuantitatif yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh responden dan kualitatif dengan cara melakukan observasi serta wawancara sebagai bentuk klarifikasi data dengan fakta yang sebenarnya. Hasil : Identifikasi kesenjangan sistem yang telah diterapkan dengan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 ditinjau dari 8 prinsip manajemen mutu. Berdasarkan data penelitian, prinsip yang sudah terlaksana cukup baik adalah prinsip kepempimpinan dimana 80% aktivitas prinsip kepemimpinan telah dilaksanakan sepenuhnya di Instalasi Farmasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro. Sementara, prinsip manajemen mutu yang belum terlaksana dengan baik adalah prinsip fokus pelanggan, pendekatan faktual dan hubungan saling menguntungkan dengan pemasok. Sepuluh persen (10%) aktivitas fokus pelanggan, pendekatan faktual dan hubungan saling menguntungkan belum dilaksanakan di Instalasi Farmasi. Untuk prinsip-prinsip pendekatan proses, keterlibatan orang, pendekatan sistem, dan peningkatan terus-menerus pelaksanaannya masih sebagian, dimana sekitar 60-90% aktivitas pelaksanaannya masih sebagian. Kesimpulan : Penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di Instalasi Farmasi RS dr. Soehadi Prijonegoro sebagian sudah dilaksanakan, namun pelaksanaan belum konsisten. Berikut ini adalah rangking item indikator implementasi standar ISO dimulai dari yang sudah cukup baik pelaksanaannya sampai yang belum baik pelaksanaannya: (1) kepemimpinan, (2) pendekatan proses, (3) pendekatan sistem, (4) peningkatan terus-menerus, (5) keterlibatan orang, (6) fokus pelanggan, (7) pendekatan faktual, dan (8) hubungan saling menguntungkan

Background : Pharmacy RSUD dr. Soehadi Prijonegoro have not yet quality management system as a reference service activities, so that can not be known how far the level of quality of service. This has an impact on the quality of service. The quality of service in Pharmacy RSUD dr. Soehadi Prijonegoro do not meet customer expectations. In addition, RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen also faced with the challenge to be able to perform self-management with the enactment of PP No. 38 of 2007and amended typology into type B.Therefore, need to be analyzed further regarding the implementation of a quality management system for the Pharmacyin dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, so that can obtain the ISO 9001: 2008 quality management system framework as the basis for development and improvement the quality of hospital services. Methods : This study uses a descriptive quantitative case study. Quantitative data was collected through questionnaires obtained by respondents. Qualitative data was obtained through observation and interview as a form of clarification of data from the real facts. Results : Identification of gaps between applied quality management system and ISO 9001: 2008 was reviewed base on the eight quality management principles. Based on research data, the principle that has been done quite well is leadership which 80% activities has been fully implemented in the Pharmacy. Meanwhile, the quality management principles that has not done well is customer focus, factual approach and mutually beneficial supplier relationship. Ten percent(10%) customer focus, factual approach and mutually beneficial relationship activities have not been implemented in the Pharmacy. Implementation of other principles, process approach, involvement of people, systems approach, and continual improvement is still partial (60-90% activities). Conclusion : Implementation of ISO 9001: 2008 quality management system in Pharmacy RSUD dr. Soehadi Prijonegoro has been implemented partially, but the implementation has not been consistent. Here is the ranking items implementations indicator: (1) leadership, (2) process approach, (3) system approach, (4) continual improvement, (5) involvement of people, (6) customer focus, (7) factual approach, and (8) mutually beneficial supplier relationship.

Kata Kunci : Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, Instalasi Farmasi, fokus pelanggan, kepemimpinan, pendekatan proses, peningkatan terus-menerus, keterlibatan orang, pendekatan sistem, pendekatan faktual, hubungan saling menguntungkan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.