PRODUKSI RUANG RELASI SOSIAL DAN RESIKO TERHADAP PENATAAN RUANG (Studi Pada Masyarakat Bantaran Sungai Winongo, Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta)
PULUNG PRASETIYO, Derajad Sulistyo Widhyharto, S.Sos., M.Si
2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIMasyarakat bantaran sungai merupakan salah satu elemen perkotaan. Dalam mewujudkan tata kota yang nyaman bagi seluruh warganya, pengabaian terhadap penataan kawasan ini hanya akan menambah pekerjaan rumah di masa mendatang. Penelitian ini membahas kajian masyarakat bantaran sungai dari perspektif resiko dan ruang relasi. Cara pandang resiko yang digunakan dalam penelitian ini, adalah melihat ancaman resiko terhadap penataan ruang kawasan bantaran Sungai Winongo yang dilakukan oleh pihak luar, baik lembaga pemerintah maupun non-pemerintah. Selain itu, bentuk-bentuk respon masyarakat atas perjuangan bottom up banyak dimunculkan dalam penelitian ini. Rumusan masalah yang disusun dalam penelitian ini terdiri dalam dua pertanyaan, yaitu: (1) Bagaimana cara masyarakat bantaran Sungai Winongo, Kelurahan Kricak beradaptasi terhadap resiko dan memilih bertahan di kawasan ini? (2) Bagaimana cara masyarakat bantaran Sungai Winongo, Kelurahan Kricak merespon upaya penataan yang dilakukan pihak luar terhadap daerah mereka? Pertanyaan pertama digunakan untuk mengetahui bagaimana cara masyarakat setempat beradaptasi dengan resiko dan mengatur strategi dalam mempertahankan tempat tinggal mereka. Sedangkan pertanyaan kedua digunakan untuk melihat respon masyarakat bantaran Sungai Winongo, Kelurahan Kricak terhadap penataan yang datang dari luar sekaligus memetakan aktor-aktor yang terlibat. Penelitian ini mengkombinasikan dua teknik pengumpulan data. Pertama, wawancara dengan kuesioner berstruktur dan wawancara mendalam (indepth interview) tidak berstruktur. Jawaban yang diperoleh dari wawancara kuesioner bertujuan untuk menggambarkan fenomena sosial yang dapat diukur dan ditampilkan dalam bentuk angka, sedangkan wawancara mendalam menghasilkan data yang lebih spesifik dalam lingkup kajian mikro-sosiologi. Dengan menggunakan teori produksi ruang Henri Lefebvre dan masyarakat resiko Ulrich Beck, peneliti menghasilkan dua poin pengkritisan atas fenomena di lapangan terhadap teori yang digunakan. (1) Masyarakat bantaran Sungai Winongo telah mengalami perubahan cara pandang terhadap resiko. Mereka tidak lagi melihat resiko fisik (bencana alam) sebagai resiko yang perlu ditakutkan lagi, malainkan harus waspada terhadap resiko ancaman yang berasal dari pihak luar, dalam bentuk upaya penataan kawasan bantaran sungai. (2) Terciptanya produksi ruang relasi, dalam bentuk kerjasama (sosial-ekonomi) antar warga bantaran Sungai Winongo (Kelurahan Kricak) berangkat dari eratnya kekerabatan yang terjalin diantara warga satu sama lain, terkait dengan strategi beradaptasi dan bertahan hidup di kawasan bantaran Sungai Winongo, Kelurahan Kricak.
People in river floodplain are one of urban elements. In realizing comfortable urban spatial plan for its population, ignorance of this area planning only creates homework for the future. This research discusses study of people in river floodplain from risk and relation space perspective. Risk perspective used in this research is viewing risk threat over spatial arrangement in Winongo river floodplain done by government and non government institutions. In addition, forms of people response over bottom up struggle are appeared in this research. Problems studied in this research are "What people in Winongo river floodplain at Kricak subdistrict do to adapt to risk and to choose to stay in the area?" and "What are response of people in Winongo river floodplain at Kricak subdistrict to management done by external party over their area?" The first question is used to identify ways the people adapt to risk and make strategy in keeping their settlement. The second question is used to see response of the people over management from external and to map actor involving in the issue. This research combines two data collection technique. First, structured interview and unstructured indepth interview. Response obtained from questionnaire is intended to describe social phenomena that can be measured and presented in figure, while indepth interview result more specific data in micro-sociology study. Using Henri Lefebvre's theory of the production of space and Ulrich beck's risk society theory, researcher presents two critiques over phenomena in field. First, people in Winongo river floodplain have undergone change in their view over risk. They did not view physical risk (natural disaster) as being afraid of; they view that they should beware of threats from external in form of river floodplain management. Second, created production of relation space in form of social-economic cooperation among people there begin from close relationship among the people related to strategy for adaptation and survival in Winongo river floodplain at Kricak subdistrict.
Kata Kunci : bantaran sungai, resiko penataan, produksi ruang relasi