PENGARUH FAKTOR PERSONAL TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI KOTA KENDARI PROPINSI SULAWESI TENGGARA
ROSDARNI, Prof. dr. Djaswadi Dasuki, Sp.OG(K), MPH, Ph.D; Dr. Dra. Sumarni DW, M. Kes
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Perilaku seksual pranikah yang terjadi pada pada remaja merupakan salah satu dampak dari berbagai faktor seperti faktor personal maupun lingkungan yang saling berkaitan. Pengetahuan yang rendah serta sikap yang terbuka terhadap perilaku seksual diprediksi sebagai faktor personal yang paling berpengaruh selain jenis kelamin, harga diri dan efikasi diri. Pengaruh media sosial, teman sebaya dan komunikasi adalah faktor lingkungan yang ikut menyumbang tingginya perilaku seksual pada remaja. Data SDKI tahun 2007 di Kota Kendari sebesar 13,3% remaja melakukan hubungan seksual dan SDKI 2012 menyatakan bahwa Propisi Sulawesi Tenggara termasuk salah satu daerah tertinggi yang memiliki perilaku seksual pranikah pada remaja. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh faktor personal terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja di Kota Kendari. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan mixmethod dengan rancangan cross sectional yang dilakasanakan di Kota Kendari. Subjek penelitian ini adalah remaja sekolah yang berada di Kota Kendari dari 4 sekolah dengan jumlah sampel sebesar 200 yang dihitung dengan mengguankan software sampel size. Alat penelitian berupa instrument tentang pengetahuan kesehatan seksual, IMS dan HIV-AIDS, sikap terhadap seksualitas, harga diri, efikasi diri, pengaruh teman sebaya, media sosial dan komunikasi remaja dan orang tua tentang seksualitas dalam bentuk kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan chi square dan logistic regresi. Indepth interview dilakukan untuk mendukung variabel perilaku seksual pranikah, pengetahuan tentang kesehatan seksualitas dan sikap terhadap seksualitas remaja. Hasil : Remaja dengan pengetahuan yang rendah beresiko sebesar 4,19 kali dan remaja yang memiliki sikap yang permisif terhadap seksualitas beresiko sebesar 5 kali untuk melakukan perilaku seksual pranikah yang beresiko. Remaja yang memiliki harga diri yang rendah beresiko sebesar 3,3 kali dan remaja dengan efikasi diri yang rendah beresiko 2,5 kali untuk melakukan perilaku seksual pranikah yang beresiko. Indept interview menunjukan bahwa remaja menganggap perilaku seksual pranikah adalah sesuatu yang boleh dan wajar untuk dilakukan yang disertai dengan konsumsi narkoba, berganti-ganti pasangan hingga memperjualbelikan dirinya. Simpulan : Remaja yang memiliki pengetahuan yang rendah, sikap yang permisif, harga diri dan efikasi diri yang rendah beresiko untuk melakukan perilaku seksual pranikah yang beresiko.
Background: Premarital sexual behavior that occurs in adolescents is one of the effects of various factors such as personal and environmental factors are interrelated. The low knowledge and open attitude toward sexual behavior are predicted as the most influential personal factors other than gender, self-efficacy and self-esteem. The influence of social media, peers, and communication is the environmental factors that contribute to high sexual behavior in adolescents. Premarital sexual behavior in Kendari Municipality increased every year, which in 2007 based on the data of IDHS 13.3% of adolescents had sexual intercourse and the IDHS 2012 showed the Southeast Sulawesi is one of the highest province with premaritas sexual behavior. Objective: To determine the influence of personal factors toward premarital sexual behavior in adolescents in Kendari Municipality. Methods: This study is an observational study with cross sectional mix method which was conducted in Kendari Municipality. The subjects were adolescents of 4 schools in Kendari with a sample size of 200 which were calculated by the sample size software. Research tools such as the instrument of knowledge about sexual health, STIs and HIV-AIDS, adolescent attitudes toward sexuality, self-efficacy and self-esteem toward premarital sexual behavior by looking at the external variables such as peer influence, social media, gender and adolescent and parent communication measured through a questionnaire which was then analyzed using the chi-square and logistic regression. The indepth interview were conducted for exploring a premarital sexual behavior, knowledge of the sexuality health and attitude towards sexuality of the teenagers. Results: Adolescents with low knowledge at risk to have a risky premarital sexual behavior of 4,19 times and when having a positive attitude towards sexuality at risk of to 5 times. Adolescent who had self-esteem and self-efficacy are low risk for having risky premarital sexual behavior by 3,3 times and 2,5 times compared to that having high self-esteem and self-efficacy. The indepth interview showed a juvenile assessment that premarital sexual behavior is semething that is a reasonable thing to do, with more than partner and used illict drugs and purchas sexual service. Conclusion: Adolescents who have low knowledge, positive attitude, self-esteem and low self-efficacy at risk for having risky premarital sexual behavior.
Kata Kunci : faktor personal, perilaku seksual pranikah dan remaja