RASIONALITAS PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI (Analisis Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2012)
MUSTIKANINGTYAS, Prof. Dr. Siswanto Agus Wilopo, SU., M.Sc., Sc.D.; Dr. Drs. Sukamdi, M.Sc
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang:. Tren penggunaan metode kontrasepsi tradisional di Indonesia cenderung meningkat padahal metode ini tidak efektif untuk membatasi dan menjarangkan kelahiran. Tingkat kegagalan pemakaian kontrasepsi tradisional cukup tinggi. Data SDKI 2012 menunjukkan pantang berkala menyumbangkan angka kegagalan 29% dan 25% untuk senggama terputus. Sebanyak 62,9% dari pengguna metode kontrasepsi tradisional bertujuan ingin membatasi kelahiran dan hanya 10% yang menginginkan anak dalam waktu <2 tahun. Penggunaan kontrasepsi cenderung tidak rasional dilihat dari tujuan penggunaannya. Tujuan: Mengetahui rasionalitas penggunaan metode kontrasepsi pada wanita usia subur di Indonesia. Metode: Penelitian dengan rancangan cross sectional menggunakan data SDKI 2012. Subjek penelitian adalah 19.479 wanita usia subur 15-49 tahun, seksual aktif yang menggunakan salah satu metode kontrasepsi dan fecund. Teknik analisis yang digunakan adalah univariabel (deskriptif), bivariabel (chi-square), multilevel logistic regression digunakan sebagai teknik analisis akhir untuk data hierarki seperti data SDKI. Hasil : Lebih dari separuh WUS (54,9%) menggunakan metode kontrasepsi yang tidak rasional. Keinginan membatasi dan menjarangkan kelahiran mempunyai peluang lebih kecil untuk menggunakan kontrasepsi rasional dibandingkan dengan menginginkan kelahiran (berturut-turut OR=0,03; 95%CI=0,02-0,04 dan 0,23; 95%CI=0,19-0,29). Jumlah ideal anak yang diinginkan dan status ekonomi meningkatkan peluang rasionalitas penggunaan kontrasepsi sementara kesempatan dan kunjungan ke fasilitas kesehatan tidak berhubungan. Wanita dengan status ekonomi terkaya memiliki peluang lebih besar dibandingkan termiskin (OR=1,3; 95%CI=1,15-1,47). Faktor kontekstual akses ke fasilitas kesehatan di level provinsi dan kabupaten tidak berhubungan dengan rasionalitas penggunaan kontrasepsi, sebaliknya akses kontrasepsi modern pada level kabupaten mampu meningkatkan peluang untuk menggunakan kontrasepsi rasional (OR=4,86; 95%CI=2,46-9,59). Kesimpulan : Motivasi untuk membatasi, menjarangkan dan menginginkan kelahiran berhubungan dengan rasionalitas penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di Indonesia.
Background: Trend in using traditional contraceptive method in Indonesia tends to increase when the method is not effective for spacing and limiting births. Failure rate of traditional contraceptive use is quite high. IDHS 2012 showed periodic abstinence contribute of 29% and 25% for coitus interruptus. About 62.9% traditional contraceptive method users were intended to limit births and only 10% who wanted a child within <2 years. Contraceptive method use tends to be irrational reason of intended use. Objective: To identify the rational contraceptive method use of reproductive age woman in Indonesia. Methods: A cross sectional study design using IDHS 2012 data. Subjects were 19.479 reproductive age women 15-49 years, sexually active, using one of the contraceptive method and fecund. Data technique analysis was used univariable (descriptive), bivariate (chi-square), multilevel logistic regression to perform the final analysis hierarchal data as like in DHS. Results: More than half of reproductive age woman (54.9%) used contraceptive method that were not rational. Motivation for limiting and spacing birth decreasing the odds in using rational contraceptive method compared with wantedness birth (respectively OR=0.03; 95%CI=0.02-0.04 and 0.23; 95%CI=0.19-0.29). Ideal number of wanted children and economic status increasing the odds of rational contraceptive method use while opportunities and visits to health facilities were not associated. Woman with highest economic status had higher odds than poorest (OR=1.3; 95%CI=1.15-1.47). Contextual factors such access to health facilities at the provincial and district levels were not associated with rational contraceptive method use, otherwise access to modern contraception at the district level increasing the odds of rational contraceptive method use (OR=4.86; 95%CI=2.46-9.59). Conclusions: Motivation for limiting, spacing and wantedness birth associated with rational contraceptive method use in reproductive age woman in Indonesia.
Kata Kunci : rasional, metode kontrasepsi