Laporkan Masalah

PENGARUH FAKTOR INTRAPERSONAL, STRUKTURAL DAN PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (ANALISIS DATA SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA (SDKI) TAHUN 2012)

MIKA SANDRALINA, Dr. Drs. Sukamdi, M.Sc; Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU., MSc., ScD

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Kehamilan tidak diinginkan merupakan faktor risiko terjadinya kesakitan dan kematian ibu terkait dengan aborsi yang tidak aman. Di Indonesia angka kematian ibu mengalami peningkatan dari 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Aborsi yang tidak aman bertanggung jawab pada 11% kematian ibu di Indonesia terjadi karena kehamilan tidak diinginkan. Kehamilan tidak diinginkan dipengaruhi faktor intrapersonal, struktural dan pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh faktor intrapersonal, struktural dan pelayanan kesehatan terhadap kehamilan tidak diinginkan di Indonesia. Metode: Penelitian ini adalah cross sectional yang dianalisis secara case control. Data yang digunakan adalah data sekunder dari hasil SDKI 2012. subjek penelitian adalah Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun yang hamil pada saat survei dilakukan yaitu berjumlah 2.060 responden dengan besar sampel 684 orang. Analisis data terdiri dari univariabel, bivariabel menggunakan uji McNemar dan multivariabel menggunakan uji Conditional logistic regression. Hasil: Umur, paritas, jarak kelahiran merupakan faktor risiko terjadinya kehamilan tidak diinginkan. Wanita umur 40-49 tahun lebih berisiko mengalami kehamilan tidak diinginkan dibandingkan dengan kehamilan diinginkan. Semakin tinggi paritas maka semakin berisiko terhadap kehamilan tidak dinginkan. Selanjutnya wanita jarak kelahiran 1-35 bulan lebih berisiko terhadap kehamilan tidak diinginkan dibandingkan dengan jarak kelahiran 36-59 bulan. Kesimpulan: Umur, paritas, jarak kelahiran berpengaruh terhadap kehamilan tidak diinginkan.

Background: Unintended pregnancies are assosiated with unsafe abortion and greater risk of maternal morbidity and deaths. In Indonesia, maternal mortality has increased from 228 per 100.000 live births in 2007 to 359 per 100.000 live births in 2012. Unsafe abortions are responsible for 11% of maternal deaths in Indonesia occurred because of an unintended pregnancy. Unintended pregnancies affected intrapersonal factors, structural and health services. Objektive: To determine the influence of intrapersonal factors, structural and health service for unintended pregnancies in Indonesia. Methods: This is a cross-sectional study that analyzed the case-control. The data used are secondary data from the IDHS 2012. The study subjects were all pregnant woman15-49 years at the time of the survey is numbered 2.060 respondents with a large sample of 684 people. Data analysis consisted of univariable, bivariable using McNemar test and multivariable using Conditional logistic regression test. Results: Age, parity, access to information through the mass media is a risk factor for the occurrence of an unintended pregnancy. Women age more 40 to 49 years at risk of unintended pregnancy compared with intended pregnancy. The higher parity, the higher the risk to the unintended pregnancy. Furthermore, women who have birth interval 1 to 35 month be more at risk of unintended pregnancy compared women who have birth interval 35 to 59 month. Conclusion: Age, parity, birth interval are assosiated with unintended pregnancy.

Kata Kunci : Kehamilan tidak diinginkan, case control, SDKI


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.