Laporkan Masalah

STRATEGI COPING PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DOMESTIK DI DAERAH URBAN YOGYAKARTA

LAILY NIKMAH, S.SI.T, Prof. dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG(K), Ph.D; Elli Nur Hayati, Psi, MPH., Ph.D

2015 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIA

Kekerasan domestik merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di masyarakat. Kekerasan domestik dapat mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis seperti stress, putus asa, gangguan makan, alkoholisme, mati rasa, menarik diri dan penurunan motivasi bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi coping pada perempuan yang mengalami kekerasan domestik di daerah urban yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, responden pada penelitian ini dipilih dengan mempertimbangkan kriteria khusus yang dimiliki seperti yang berasal dari teori yang digunakan. Pengambilan data menggunakan wawancara. hasil wawancara kemudian ditranskrip untuk selanjutnya dianalisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa informan penelitian menggunakan emotional focused coping seperti seeking emotional social support turning to religion Maladaptif coping yang digunakan adalah focusing on and venting of emotion. Sedangkan problem focused coping yang digunakan oleh informan adalah active coping. Dukugnan sosial yang diterima oleh informan penelitian adalah dukungan instrumental.

Domestic violence is one of the most common forms of violence in society. Domestic violence can lead to physical and psychological disorders like stress, despair, eating disorders, alcoholism, numbness, withdrawal, and decreased work motivation. This study aims to determine the coping strategies of women who experience domestic violence in urban areas of Yogyakarta. This research is a qualitative case study design, the respondents in this study were selected by considering the specific criteria which is owned as derived from the theory used. Collecting data using interviews. Interviesw result transcribed for further analysis. The results of this study showed that the informant using emotional focused coping such as seeking emotional social support, turning to religion. Maladaptive coping that used by informant is focusing on and venting of emotion. While the problem focused coping used by informants are active coping. Informant receive instrumental social support from society, although in different form.

Kata Kunci : coping, kekerasan, perempuan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.