HUBUNGAN PERSEPSI STIGMA HIV-AIDS DENGAN PEMANFAATAN KLINIK VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING PADA PENDERITA HIV-AIDS DI YOGYAKARTA
IRAWATI, Prof. dr. Mohammad Hakimi, SpOG (K), PhD; Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: HIV-AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih memerlukan perhatian serius terutama di Indonesia. HIV sangat erat hubungannya dengan stigma dan diskriminasi. Hal ini merupakan masalah yang menjadi hambatan utama dalam pencegahan infeksi dan pengobatan. Salah satu pelayanan kesehatan dalam pencegahan penyebaran HIV adalah adanya klinik VCT. Klinik VCT merupakan pintu masuk penting untuk pencegahan dan perawatan HIV. Namun, kurangnya kesadaran untuk memanfaatkan layanan VCT menjadi salah satu penyebab meningkatnya prevalensi HIVAIDS. Salah satu penyebabnya adalah adanya stigma pada ODHA yang membuat mereka merasa malas dan malu untuk memanfaatkan klinik VCT. Tujuan: Mengetahui korelasi antara presepsi stigma HIV-AIDS dan pemanfaatan klinik VCT pada penderita HIV-AIDS di Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan deskriptif-analitik dengan desain penelitian observasional dengan rancangan cross sectional yang dilengkapi dengan data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden yang akan mengikuti penelitian ini sebanyak 55 orang ODHA yang tergabung dalam Kelompok Dukungan Sebaya di LSM Victory Plus Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel penelitian untuk data kuantitatif menggunakan cara consecutive sampling dan kemudian untuk data kualitatif responden diambil dengan cara purposive sampling. Analisis data terdiri dari analisis univariabel, bivariabel menggunakan uji korelasi Product Moment dan t-test, dan analisis mutivariabel menggunakan analisis regresi linier. Hasil: Terdapat korelasi secara statistik antara pemanfaatan klinik VTC dan stigma HIVAIDS (r= -0.28; p= 0.04) dan domain I (pengetahuan tentang VCT) dan stigma (r= -0.31; p= 0.02). Hasil analisis regresi linear menunjukkan hubungan yang signifikan antara stigma dan diikuti dengan pengetahuan tentang HIV-AIDS terhadap pemanfaatan klinik VCT (p= 0.03 dan p=0.02), dan merupakan model terbaik dengan nilai AIC terkecil (AIC=151.60). Kesimpulan: Stigma HIV-AIDS memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan pemanfaatan klinik VCT. Semakin rendah persepsi stigma HIV-AIDS maka pemanfaatan klinik VCT semakin baik oleh ODHA.
Background: HIV-AIDS is a disease that has become a major concern of the world and Indonesia. HIV is closely related to stigma and discrimination. This is a problem that has become a major obstacle in prevention and treatment of infections. One service that functions in preventing the spread of HIV is VCT clinic. VCT clinics are important to prevention and treatment of HIV. However, the lack of awareness to utilize VCT clinic to become a causes of the increasing prevalence of HIV-AIDS. Stigma is a reason that has become people living with HIV-AIDS (PLWHA) feels lazy and shy to utilize VCT clinic. Objective: To identify correlation between stigma of HIV-AIDS and utilization of VCT clinic by PLWHA in Yogyakarta. Method: The study was analytic observational with cross sectional study design supported by qualitative data obtained from FGD and indepth interview. Respondents consisted of 55 people with PLWHA belonging to the group peer support at Victory Plus Yogyakarta. Samples for quantitative data were obtained from consecutive sampling and for qualitative data from purposive sampling. Data analysis used univariate, bivariate with produt moment correlation and t-test, and multivariate with linear regression. Result: There was statistically signifikan correlaton between utilization of VCT clinic and stigma of HIV-AIDS (r= -0.28; p= 0.04) and domain I (knowledge of VCT) and stigma (r= -0.31; p= 0.02). The result of linear regression analysis showed significant association between stigma and utilization of VCT clinic after being followed by variables of knowledge HIV-AIDS (p= 0.03 dan p=0.02), and the best model with the less value of AIC (AIC=151.60). Conclusion: Stigma of HIV-AIDS had negative and significant correlation with utilization of VCT clinic. Lower stigma HIV-AIDS leads to the better utilization of VCT clinic by PLWHA.
Kata Kunci : Stigma HIV-AIDS, pemanfaatan VCT, ODHA