Laporkan Masalah

INTERAKSI PENYAKIT MALARIA DAN KECACINGAN DALAM KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK UMUR DI BAWAH 5 TAHUN DI KABUPATEN MIMIKA

FAUSTINA HELENA DURHAM, Prof. dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG(K)., Ph.D.; dr. Jeanne Rini Poespoprodjo, Sp.A., M.si., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Anemia masalah utama pada anak terutama umur < 5 tahun yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya seperti gangguan pertumbuhan, gangguan kognitif, bahkan menyebabkan kematian. Kabupaten Mimika merupakan daerah endemis malaria dengan transmisi tinggi. Prevalensi malaria pada pasien rawat jalan di masyarakat pada kelompok umur < 5 tahun sebesar 22% . Di rumah sakit lokal Timika 23% kasus rawat inap, 81% adalah anemia pada anak umur < 5 tahun. Prevalensi anemia berat pada bayi tanpa malaria hanya 3,9%. Peran infeksi cacing dan malnutrisi sebagai faktor risiko anemia masih perlu diteliti. Tujuan: Mengidentifikasi faktor risiko anemia pada anak umur di bawah 5 tahun di Kabupaten Mimika. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional, menggunakan data sekunder dari Survei Rumah Tangga Kabupaten Mimika tahun 2013. Subjek penelitian semua anak umur < 5 tahun. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebesar 474 anak. Variabel penelitian ini meliputi variabel terikat: anemia, variabel bebas: status infeksi(malaria dan kecacingan, malaria serta kecacingan), variabel luar: suku, status demam, status gizi. Hubungan antara variabel penelitian dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05 dan kekuatan hubungan dengan rasio prevalensi tingkat kepercayaan 95%CI serta stratifikasi dengan uji Mantel Haenszel dan Population Attributable risk %(PAR%). Hasil : Prevalensi anemia 24,3% pada anak umur <5 tahun di Kabupaten Mimika. Terdapat hubungan yang bermakna antara malaria, ko-infeksi malaria- kecacingan dengan kejadian anemia (OR=4,70;95% CI 2,38-9,29 dan OR=4,22; 95% CI 1,43- 2,41). Suku dan riwayat demam 1 bulan menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian anemia. Tidak terdapat efek modifikasi maupun efek confounding dari kecacingan pada uji Mantel Haenszel. PAR% dari anemia lebih tinggi disebabkan oleh malaria dibandingkan ko-infeksi malaria - kecacingan serta kecacingan. Kesimpulan : Faktor risiko anemia anak umur di bawah 5 tahun di Kabupaten Mimika adalah malaria, ko-infeksi malaria - kecacingan , suku Papua dan riwayat demam 1 bulan.

Background: Anemia is a major problem, especially in children under 5 years old who have an impact on growth and development, such as growth disorders, cognitive disorders, and even death. Mimika District is a malaria-endemic area with high transmission. The prevalence of malaria in outpatients in the community in the age group of under-five years is 22%. At a local hospital in Timika, of 23% hospitalization cases, 81% are anemia in children aged less than 5 years. The prevalence of severe anemia in infants without malaria is only 3.9%. The role of worm infections and malnutrition as a risk factor for anemia remains to be investigated. Objective: To identify risk factors for anemia in under-five children in Mimika District. Methods: This was a descriptive analytic study with a cross-sectional design, using secondary data from the 2013 Household Survey in Mimika District. The research subject was all children aged less than 5 years. Sampling used a total sampling to 474 children. The variables of this study included the dependent variable which was anemia, the independent variables which were malaria, worm infestation and co-infection malaria- worm infestations, and the extraneous variables which were ethnicity, nutritional status, history of fever last month. The analysis of data used univariable, bivariable, stratification and multivariate analysis with chi-square test and logistic regression with a significance level of <0.05 and the Confidence Interval(95% CI) and stratification with Mantel Haenszel(MH) test and Population Attributable Risk %(PAR%). Results: The prevalence of anemia in children under 5 years old in Mimika District was 24.3%. There is significant relationship between malaria, coinfection malaria - worm infestation with anemia, OR = 4.70 ( 95% CI 2.38 - 9.29) and OR = 4.22 (95% CI 1.43 - 2.41) ). Papuan tribes and history of fever in the last months showed a significant correlation with anemia in logistic regression test. There was no effect modification and confounding effects of Mantel Haenszel test worm infestation on. PAR% higher than anemia caused by malaria than co-infection malaria – worm infestation and worm infestation. Conclusion: Risk factors for anemia in children aged under 5 years in Mimika District is malaria, co-infection malaria – worm infestation, Papuan tribes and history of fever in the last months.

Kata Kunci : Anak umur <5 tahun, status infeksi Malaria, ko-infeksi malariakecacingan, Anemia.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.