Laporkan Masalah

HUBUNGAN STRUKTUR KELUARGA DENGAN MENIKAH DINI PADA PEREMPUAN DI KABUPATEN INDRAMAYU

ANDI MUHARRY, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), PhD; Dr. Dra. Budi Wahyuni, MA, MM

2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Jumlah kasus menikah dini di Kabupaten Indramayu selama dua tahun terakhir mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat, sebanyak 50 kasus pada tahun 2012 dan 184 kasus tahun 2013. Kondisi seperti ini dapat menimbulkan masalah yang serius terutama pada kaum perempuan. Menikah dini banyak ditemukan pada struktur keluarga luas, kondisi soial ekonomi yang rendah, budaya dan akses terhadap pendidikan yang rendah. Tujuan: Mengidentifikasi usia pernikahan dan faktor penyebab terjadinya pernikahan dini dengan melihat variabel struktur keluarga, pendidikan dan status ekonomi keluarga di Kabupaten Indramayu. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian matched case control study. Kasus adalah perempuan yang menikah di bawah umur 16 tahun dan kontrolnya adalah perempuan yang menikah di atas umur 16 tahun tercatat di dokumen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pedoman wawancara. Jumlah sampel sebanyak 94 orang diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data melalui 3 tahap yaitu univariabel, bivariabel menggunakan uji McNemar dan multivariabel menggunakan regresi conditional logistic regresstion dengan tingkat kemaknaan < 0,05 dan tingkat kepercayaan (CI 95%). Hasil: Struktur keluarga secara praktis mempunyai hubungan yang bermakna dengan menikah dini (OR 2,75; 95%CI=0,81-11,84; P=0,07). Pendidikan ayah mempunyai hubungan yang bermakna (p<0,05) dengan menikah dini (OR=3,50; 95% CI=1,09 – 14,60; P=0,02), pendidikan ibu tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan menikah dini (OR=2,25; 95%CI=0,62-9,99; P=0,16), pendidikan responden mempunyai hubungan yang bermakna dengan menikah dini (P=0,00), status ekonomi keluarga mempunyai hubungan yang bermakna dengan menikah dini (OR=3,00; 95%CI 1,03-10,55; p=0,002) Kesimpulan: Perempuan dengan pendidikan ayah rendah dan berasal dari keluarga miskin berpeluang lebih besar menikah dini.

Background: Early marriage in Indramayu District during the past two years has increased to three times, 50 cases in 2012 and 184 cases in 2013. This condition cause a serious problem, especially in women. Early marriage found in the extended family structure, economic status of household, culture and low level of education. Objective: To determine age of marriage and factors that cause of early marriage with a view family structure, education and economic status of household in Indramayu district. Methods: Study was use a matched case-control study design. Cases were women who marry under the age of 16 years and control are women married over the age of 16 years recorded in documents Ministry of Religious of The Indramayu Distric. Data were obtained through questionnaires and interview guide. Samples of the study were 94 people were taken by simple random sampling technique. Data were analyzed through 3 stages, univariable analysis, bivariate using the McNemar test and multivariable using conditional logistic regression with significance level <0.05 and the level of confidence (95% CI). Results: Practically family structure has a significant association with early marriage (OR 2.75; 95% CI = 0.81-11.84; P = 0.07). Father's education has a significant relationship with early married (OR = 3.50; 95% CI = 1.09-14.60; P = 0.02), maternal education has no significant relationship with early married (OR = 2.25; 95% CI = 0.62 to 9.99; P = 0.16), education of the respondents have a meaningful relationship with a married early (P = 0.00), economic status of household have a relationship were significantly associated with early marriage (OR = 3.00; 95% CI 1.03 to 10.55; p = 0.002). Conclusion: Women with low level education father's and come from poor families are most likely to early marriage.

Kata Kunci : Menikah dini, struktur keluarga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.