HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA: ANALISIS DATA RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH ASIONAL TAHUN 2011
Adhi Anugrah Dewanth, Prof. dr. Djaswadi Dasuki, SpOG(K), MPH, PhD; Drs.Abdul Wahab, MPH
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang:Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi telah banyak diberikan di sekolah-sekolah menengah dan sudah masuk ke dalam kurikulum pendidikan, bahkan penyuluhan dan sosialisasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang dilakukan oleh BKKBN dan LSM yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi remaja sangatlah gencar dilakukan. Perilaku seks bebas di Yogyakarta tampak dari banyaknya dispensasi kawin, yaitu sebanyak 90 persen di antaranya adalah pasangan usia dini yang mengalami kasus hamil sebelum nikah. Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. perilaku seksual remaja, dan hubungan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja. Metode Penelitian:Jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2011 yang dilakukan oleh BKKBN. Populasi penelitian ini Survei Indikator Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2011ialah seluruh remaja berusia 15-24 tahun yang berada di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Sampel penelitian ini diambil hanya dari satu provinsi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jumlah sampel 537 orang yang terdiri dari 258 orang remaja laki-laki dan 279 orang remaja perempuan. Analisis data menggunakan program Stata, dilakukan melalui analisis univariabel,analisis bivariabel dan analisis multivariabel. Hasil: Remaja dengan tingkat pengetahuan rendah ada 32,40% sedangkan remaja dengan pengetahuan tinggi ada 67,60%. Remaja dengan perilaku seks berisiko ada 23,46% dan tidak berisiko ada 76,54%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja p < 0,05(p=0,000; OR=23,03; 95%CI=13,25 – 40,77). Kesimpulan:Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi. Perilaku seksual remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagian besar termasuk dalam kategori tidak berisiko. Terdapat hubungan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Background: The knowledge about reproductive health has been given in many high schools and has entered into the education curriculum, even the education and sosialization of adolescent reproductive health conducted by the BKKBN and NGOs working in the field of adolescent reproductive health is intensively conducted. Free sex in Yogyakarta looks of many marriage dispensation, as many as 90 percent of them are experiencing an early age couples pregnant before marriage case. Objectives: to determine the knowledge of adolescents on reproductive health, adolescent sexual behaviorand the relationship between knowledge of adolescents about reproductive health with adolescent sexual behavior. Method: Type of descriptive analytic study using a cross sectional design. This study used secondary data from the Survey of Indicators of National Medium Term Development Plan in 2011 conducted by the BKKBN. The study population surveys National Medium-Term Development Indicators 2011 is all adolescents aged 15-24 years residing in 33 provinces throughout Indonesia. The study sample was taken from only one province, namely the Special Region of Yogyakarta with a sample of 537 people consisting of 258 boys and 279 teenage girls.Data analysis using Stata program, conducted through univariable analysis,bivariate analysis and multivariate analysis. Result: The adolescents with low levels of knowledge there is 32.40% while the high teens with the knowledge there is 67.60%. Adolescents with risky sexual behavior there are 23.46% and 76.54% no risk there. There is a significant relationship between knowledge of adolescents about reproductive health with adolescent sexual behavior p < 0.05(p=0.000; OR=23.03; 95%CI=13.25 – 40.77). Conclusion:The knowledge of adolescents about reproductive health in Daerah Istimewa Yogyakarta largely included in the high category. The sexual behavior of adolescents in Daerah Istimewa Yogyakarta largely included in the category are not at risk. There is a relationship between knowledge of adolescents about reproductive health and adolescent sexual behavior in Yogyakarta Special Region.
Kata Kunci : Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual Remaja, RPJMN