Kontestasi Politik dan Perlawanan Pedagang dalam Revitalisasi Pasar Tradisional menuju Pasar Modern, (Studi Kasus: Pembangunan IT Market Lantai II Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta)
YUDHA PRATAMA D N P BAGUS, Abdul Gaffar Karim,S.IP,M.A;Hasrul Hanif,S.IP,M.A;Ari Ruhyanto,S.IP,M.A
2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Penelitian ini adalah penelitian tentang kontestasi politik dan perlawanan pedagang dalam revitalisasi pembangunan IT Market Pasar Tradisional Kranggan Jalan Diponegoro No. 22X sebelah barat Tugu Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan kajian pertama yang melihat konsepsi pengembangan dan pentaan pasar tradisional dilihat dari motif dan kepentingan politik yang dilakukan aktor-aktor baik pemerintah maupun pihak swasta. Kebanyakan, lokus yang biasanya menjadi landasan kajian dalam penelitian sebelumnya hanya melihat pada aspek pembangunan fisik bangunan pasar dan pembangunan pada sektor ekonomi saja. Aspek relasi dan intervensi politik menjadi kajian menarik bilamana dalam suatu resource (sumberdaya) berupa pasar tradisional yang notabene merupakan wadah denyut nadi ekonomi berbagai lapisan masyarakat dari kelas menengah-keatas hingga menengah-kebawah diperebutkan dengan tujuan dan kepentingan aktor masing-masing. Secara teoritik, realitas yang ada menjadi anastesis dari konsepsi negara (pemerintah) sebagai regulator dalam menentukan arah serta pembangunan secara berkala. Sehingga penelitian ini sekaligus disusun untuk menghadirkan nuansa pemahaman baru kepada pembaca bahwa selalu terjadi perebutan antara kekuasaan atas sebuah sumberdaya, baik itu dari aktor negara sendiri maupun pada sektor swasta. Penelitian ini dipandu oleh pertanyaan kunci yang menitikberatkan pada substansinya pada aktor-aktor yang berelasi, bernegosiasi, dan melakukan penolakan di lokus penelitian ini. Secara spesifik, untuk menjaga penelitian ini pada koridor teoritik, penulis melakukan penelitian dengan berpedoman pada pertanyaan Bagaimana kontestasi antar aktor (motif dan kepentingan) serta perlawanan pedagang beroperasi dalam upaya merevitalisasi Pasar Tradisional Kranggan Yogyakarta menjadi Pasar Modern berbasis IT Market?. Adapun untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menjadikan penelitian kualitatif studi kasus sebagai metode. Ini penulis lakukan karena penelitian kualitatif memberikan ruang bagi penulis untuk menganalisis substansi jauh lebih mendalam dengan tidak mengambil jarak terhadap objek penelitian, sekaligus memberi ruang bagi berkembangnya subjektivitas penulis terhadap fenomena penelitian. Penelitian ini kemudian sampai pada temuan di mana relasi antar aktor, negosiasi, serta perlawanan-perlawanan dalam konteks pembangunan IT Market Lantai II Pasar Tradisional Kranggan benar-benar ditemukan dan dilakukan dengan mengikat banyak aktor yang terlibat. Dalam prakteknya, bagaimana perlawanan terjadi, dikarenakan aktor pedagang pasar dikesampingkan dalam proyek pembangunan IT Market tersebut.
This research is about the motives, interests, and power relations on the revitalization of traditional market development of Kranggan IT Market Jalan Diponegoro No. 22X west of Tugu Yogyakarta. This study is the first study to look at the conception of development and arrangement of the traditional markets seen from political motives and interests of actors who performed both in government and private sector. Mostly, locus which usually forms the basis in previous research studies only look at the physical aspects of building construction of the market and the development of economic sectors alone. Aspects of relations and political intervention becomes an interesting study in a resource in the form of a traditional market which incidentally is the economic pulse containers of various levels of society from the middle class to the upper-middle-downward hotly contested with the goals and interests of each actor. Theoretically, the existing realities become anesthesia from the conception of the state (government) as the regulator in determining the direction and development on a regular basis. This study at the same time arranged to bring the feel of a new understanding to the reader that has always been a scramble among the power over a resource, either from their own state actors and private actors. The research was guided by key questions that focus on the substance of related actors and how the role of government in creating modern market in the locus of research. Specifically, to keep it on the corridor of theoretical study, the authors conducted a study based on the question How contestation between actors (motives and interests) and resistance traders operating in IT Market Development Level II Market of Kranggan?. As for answering these questions, the authors conducted a case study of qualitative research method. This is because the author did a qualitative study provides space for writers to analyze the substance of much greater depth by not taking the distance to the object of study, as well as members of a space for the development of subjectivity authors to study the phenomenon. The study then arriving to the findings in which the relationships between actors, negotiation, and resistance in the context of the development of the IT Market Level II Kranggan Market really invented and performed by tying many actors involved. In practice, how resistance occurs, because the actor ruled out the market traders in the Market IT development.
Kata Kunci : Political Contestation, Trader Resistance, Market Revitalization